Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Penistaan Rasulullah dari Masa ke Masa, Umat Islam Indonesia Tak Pernah Tinggal Diam

Muhajirin Selasa, 28 Juni 2022 - 14:00 WIB
Penistaan Rasulullah dari Masa ke Masa, Umat Islam Indonesia Tak Pernah Tinggal Diam
Saat Rasulullah dihina, HOS Tjokroaminoto memimpin sendiri Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TNKM). Foto hanya ilustrasi adegan di Film Guru Bangsa Tjokroaminoto (foto: Picklock Productions)
LANGIT7.ID - Kasus penistaan agama bukan hal baru di Tanah Air. Saat Indonesia belum Merdeka, kasus-kasus penistaan agama seperti yang dilakukan Holywings pernah terjadi dari beberapa kali di Indonesia.

Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB), Andy Riansyah, mengabadikan satu momen sejarah Penting terkait Tentara Kanjeng Nabi Muhammad pada 1918 yang dimuat dalam artikel jejakislam.net.

Pembentukan tentara itu bermula saat surat kabar Djawi Hiswara edisi 11 Januari 1918 No.5 yang diterbitkan N.V.Mij. t/v d/z Albert Rusche&Co. Surat kabar itu memuat artikel Djojodikoro yang berjudul “Pertjakapan antara Marto dan Djojo”.

Dalam artikelnya, Djojodikoro menulis “Gusti Kandjeng Nabi Rasoel minoem A.V.H. gin, minoem opium, dan kadang soeka mengisep opium.” Artikel itu sontak memicu reaksi keras dari Umat Islam di Nusantara, terutama di Surakarta.

Guncangan di Surakarta turut dirasakan di Surabaya. Pada akhirnya, akhir Januari, Tjokroaminoto dan Hasan bin Semit, seorang pemimpin Al-Irsyad Surabaya dan juga komisaris Centraal Sarekat Islam, mengadakan pertemuan maraton Sarekat Islam (SI) secara besar-besaran di Surabaya.

Baca Juga: Meneladani Sikap Abdullah bin Rawahah Saat Nama Nabi Muhammad Direndahkan

Pertemuan itu dilakukan untuk membahas penistaan agama di koran Djawi Hiswara. Lalu, pada awal Februari, Tjokroaminoto mendirikan Komite Tentara Kandjeng Nabi Muhammad (TKNM) di Surabaya, untuk mempertahankan kehormatan Islam, Nabi Muhammad, dan kaum muslimin.

TKNM diketuai Oleh Tjokroaminoto, lalu Sosrokardono sebagai sekretaris, dan Syekh Roebaja bin Ambarak bin Thalib menjadi bendahara. Pengaruh TKNM membela Islam tampak sangat memukau.

“Tjokroaminoto dan kawan-kawan berhasil membangun opini publik dan membuat isu Surakarta itu menasional. Ketika Vergadering (rapat umum) di Surabaya pada 6 Februari, TKNM berhasil mengumpulkan dana lebih dari 3000 gulden.

Aksi protes yang diadakan serentak pada 24 Februari di 42 tempat di seluruh Jawa dan sebagian Sumatera dihadiri lebih dari 150.000 orang. Aksi itu berhasil mengumpulkan 10.000 gulden.

“Subkomite TKNM didirikan hampir di seluruh Jawa, kecuali Semarang dan Yogyakarta,” kata Andy.

Penghinaan Nabi Muhammad di Makassar

Pada masa orde baru juga pernah terjadi penistaan agama yang sangat menghebohkan publik. Kala itu, seorang oknum guru Kristen di Sekolah Tinggi Ekonomi, Makassar, H.K. Mangunbahan, menghina Nabi Muhammad SAW dengan kasar.

Baca Juga: Berkah Doa Rasulullah, Abu Hurairah Bisa Ambil Kurma Tak Terbatas dari Satu Wadah

Dia menghina Nabi Muhammad di hadapan murid-muridnya yang mayoritas muslim. Peristiwa ini juga diabadikan Oleh Mujiburrahman dalam ISIM Dissertations Feeling Threatened Muslim-Christian Relations In Indonesia’s New Order.

“Nabi Muhammad adalah seorang pezina. Nabi Muhammad adalah seorang yang bodoh dan tolol, sebab dia tidak pandai menulis dan membaca.” demikian kata oknum guru Kristen tersebut.

Mendengar ucapan itu, murid-murid muslim naik Darah. Akibatnya, pada malam 1 Oktober 1967, beberapa gereja di Makassar dirusak. Kaca-kaca gereja pecah. Ini juga diabadikan Buya Hamka dalam bukunya Dari Hati ke Hati tentang Agama, Sosial-Budaya, Politik.

Kala itu, Pelajar Islam Indonesia (PII) berkumpul di depan Pusat Kesehatan Muhammadiyah Makassar. Di sana, PII membuat deklarasi yang menyatakan siap mati sebagai syuhada demi membela Islam.

Baca Juga: Berbeda dengan Holywings, Masjid Jogokariyan Ajarkan Cara Muliakan Rasulullah

Pada saat bersamaan, melalui stasiun radio HMI, pemimpin HMI, Jusuf Kalla, menginstruksikan semua anggota HMI dan organisasi muslim lain untuk datang ke daerah dekat masjid pukul 08.00 malam.

Setelah shalat Isya, terjadi penyerangan Oleh beberapa orang. Mereka mulai merusak beberapa bangunan kaum Kristen. Teriakan “Allahu Akbar, bela agamamu, jadilah syahid!” keluar dari pengeras suara masjid.

Setelah itu, Dewan Gereja Indonesia Makassar mengkonfirmasi, pernyataan H.K Mangunbahan adalah pernyataan pribadi. Dewan gereja juga menyalahkan guru tersebut.

Berita ini sampai di Jakarta. Tokoh Dewan Dakwah, M Natsir menilai aksi tersebut tidak baik dan tentu melukai kaum Kristen. Namun, Perdana Menteri Pertama Indonesia itu menegaskan, hendaknya persoalan itu tidak dilihat secara symptomatic approach, yaitu dengan hanya melayani gejala kelihatan.

“Ibarat orang yang sakit malaria, kepalanya panas lantas diberi kompres dengan es, tidaklah akan menghilangkan penyakit malaria itu. Harus dicari sebab hakiki dari penyakit itu sendiri. Karena panas kepala hanya suatu gejala dari orang yang sakit malaria. Islam punya kode yang positif tentang toleransi sesama Beragama yang tidak perlu dikhawatirkan oleh orang beragama lain. Tetapi, kalau pihak Kristen yang unggul dalam arti materiil dan intelektuil mengkristenkan orang-orang Islam, ini melahirkan satu ekses yang serius.” kata M Natsir, dalam buku Islam dan Kristen di Indonesia.

Baca Juga: Kenakalan Hamka Mengantarnya Berpetualang Hingga Jadi Ulama

Sahabat M. Natsir, Buya Hamka, juga turut menanggapi. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama itu menegaskan, sesungguhnya tidak ada orang Islam yang menyukai pengrusakan gereja.

“Kalau merusak gereja memang ajaran Islam, lanjutnya, maka sudah lamalah beratus-ratus gereja di kota-kota yang mayoritas penduduknya muslim dan sadar akan agamanya, telah dirusak dan diruntuhkan orang. Namun kenyataannya berpuluh tahun sebelum anak-anak merusak gereja di Makassar itu, telah banyak gereja-gereja berdiri di Tengah kota Makassar.” demikian kata Prof Hamka.

Apabila oknum guru tadi tidak memancing-mancing dengan menghina Nabi Muhammad SAW di Depan murid-muridnya, maka tentu umat Islam tidak akan merusak gereja-gereja itu.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)