LANGIT7.ID, Jakarta - Holywings mencoba menarik banyak pengunjung dengan membuat promosi minuman keras (miras) gratis untuk orang-orang bernama Muhammad dan Maria. Promosi itu diunggah melalui akun resminya.
Promo itu dianggap melecehkan nama dua orang suci yakni Nabi Muhammad SAW dan Maria, yang merupakan nama Ibu Yesus dalam Kristen. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, promosi tersebut sangat berlebihan.
“Pengen promosi dan dikenal produknya dengan cara memancing marah orang ini kesalahan bertumpuk. Apalagi mirasnya sudah haram. Menguji dan memancing umat marah, lalu kalau umat ngamuk disalahkan dianggap tak toleran. Orang gini ini harus dicarikan pengadilan dunia yang pas agar dia kapok,” kata Cholil Nafis di akun Twitter, Sabtu (25/6/2022).
Baca Juga: Polisikan Holywings, HAMI: Kami Tak Benci, tapi Jangan Hina Agama
Kasus tersebut mengingatkan pada Abdullah bin Rawahah. Dia merupakan salah satu sahabat yang paling tidak terima jika nama Rasulullah SAW dianggap rendah oleh manusia yang tak mengenal kemuliaan Nabi Muhammad SAW.
Sebagaimana diceritakan di akun
Gen Saladin, Suatu kali di saat-saat awal Dakwah Madinah, seseorang berkata kepada Rasulullah, “bagaimana jika engkau datang ke Abdullah bin Ubay (untuk mendakwahinya)?”
Akhirnya, Rasulullah berangkat bersama sahabat-sahabat Anshar dan berjalan menyusuri tanah Madinah untuk menemui Abdullah bin Ubay, tokoh besar kota itu.
Saat itu, Rasul mengendarai seekor keledai, dan beliau menyusuri tanah becek. Sesampainya di dekat rumah Abdullah bin Ubay, si tokoh yang nanti jadi gembong munafik ini berkata merendahkan, “jangan dekat-dekat padaku, bau keledai anda sangat mengganggu!”
Perkataan itu tentu usaha Abdullah bin Ubay untuk merendahkan Rasulullah. Dia ingin menegaskan bahwa Rasulullah bukan orang penting dan tak mau memuliakannya.
Mendengar kalimat Abdullah bin Ubay, majulah Abdullah bin Rawahah dengan sigap menjawab:
وَاللَّهِ، لَحِمَارُ رَسولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ أَطْيَبُ رِيحًا مِنْكَ
"Demi Allah, keledainya Rasulullah SAW itu lebih wangi daripada anda!" (diabadikan dalam Shahih Muslim 1799)
“Singkat, padat, jelas dan mantap. Siapapun munafik yang mendengarnya jadi gerah,” tulis akun twitter @GenSaladin, Sabtu (25/6/2022).
Baca Juga: Kisah Para Sahabat Rasulullah Redam Amarah dengan Kemuliaan
Abdullah bin Rawahah sejak saat itu selalu menjadi orang yang meng-
counter syair-syair dan opini miring dari musuh dengan kalimat yang cerdas dan tajam. Dalam kitab Al Mudzakarah fi Alqab Asy Syu'ara, dikatakan, umat Islam saat itu punya 3 penyair yang hebat yakni Abdullah bin Rawahah, Hasan bin Tsabit, dan Ka'ab bin Malik.
Abdullah bin Rawahah tangkas mematahkan argumen dan cacian orang kafir, Ka'ab bin Malik pandai menakuti musuh saat perang, dan Hasan bin Tsabit paling cerdas saat menyinggung personal musuh yang menghina Nabi Muhammad SAW.
(jqf)