Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Kisah Para Sahabat Rasulullah Redam Amarah dengan Kemuliaan

mahmuda attar hussein Selasa, 24 Mei 2022 - 15:15 WIB
Kisah Para Sahabat Rasulullah Redam Amarah dengan Kemuliaan
Ilustrasi kisah sahabat Rasulullah mengendalikan marah. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap muslim beriman diajarkan untuk bisa menahan amarah, termasuk tidak meladeni seseorang yang memancing emosinya walaupun dia mampu membalas.

Kejadian viral di medos antara pengemudi Mitsubishi Pajero dan Toyota Yaris yang terlibat cekcok di Gerbang Tol Tomang pada Ahad lalu, juga seharusnya bisa dihindari. Apalagi, sampai terjadi pemukulan terhadap pengemudi Yaris.

Hal itu bisa dipelajari dari kisah para Sahabat Nabi Muhammad SAW yang mampu menahan amarahnya. Bahkan, hal itu terjadi saat di medan perang.

Berikut Langit7 rangkum kisah para Sahabat Rasulullah yang mampu redam amarah dengan kemuliaan mereka.

Baca Juga: Bulan Puasa Kontrol Emosi, Ini 5 Anjuran Rasulullah Kendalikan Marah

Ali bin Abi Thalib Batal Penggal Musuh

Dalam sebuah riwayat disebutkan, ketika Ali bin Abi Thalib sedang berada di medan perang, dia sempat menjatuhkan lawannya dan dalam posisi siap memenggal kepala musuh. Namun, hal itu urung dilakukannya karena seketika datang hawa nafsu.

Kisah itu tertulis dalam buku "Tasawuf Mendamaikan Dunia" karya Bawa Muhayyaddin. "Mengapa kamu tidak membunuhku?" Teriak musuh kepadanya. "Aku adalah musuhmu. Mengapa kamu hanya berdiri saja?" Sambil orang itu meludahi wajah Ali.

Ali yang sedang dalam posisi siap memenggal kepala musuh seketika menjadi marah, lantas menarik pedangnya. Lalu musuhnya berkata, "Wahai Ali, kenapa engkau tidak jadi memenggal kepalaku?".

Ali pun menjawab, "Ketika aku menjatuhkanmu, aku ingin membunuhmu karena Allah. Akan tetapi ketika engkau meludahiku, maka niatku membunuhmu karena marahku kepadamu."

Kaki Kambing Milik Abu Dzar Dipatahi dengan Sengaja

Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah mengisahkan, pernah ada seseorang datang kepada Abu Dzar. Lalu orang itu dengan sengaja mematahkan kaki kambing kesayangan milik Abu Dzar.

Abu Dzar bertanya, "Kenapa kau lakukan ini?" Orang itu menjawab, "Aku melakukannya dengan sengaja agar membuatmu marah, lalu kau memukulku dan kau mendapatkan dosa."

Maka Abu Dzar berkata, "Sungguh aku sangat marah terhadap setan yang telah memancing kemarahanku." Lalu Abu Dzar pun meninggalkan orang tersebut.

"Mirip kalau kita sekarang mungkin punya motor atau mobil, tiba-tiba ada orang iseng dikempesin bannya, memancing emosi depan mata. Maka belajar dari kisah ini, Subhanallah sahabat Nabi yang mulia ini justru marah kepada setan dan meninggalkannya, kemudian tidak dipedulikan," kata Khalid.

Umar bin Abdul Aziz Disebut Gila

Kisah lainnya, lanjut Khalid, datang dari Umar bin Abdul Aziz yang terkenal dengan kesalihannya. Satu malam dia yang tidak mau sholat di istananya, kemudian pergi ke masjid yang di sana banyak orang tidur di dalamnya

"Masjid zaman dulu orang banyak tidur di malam hari, karena mau sholat dia harus melewati orang yang tidur itu. Sampai ada satu orang yang sedang dia lewati bangun, karena merasa kepalanya dilewati, padahal tidak terjadi apa-apa," kisah Khalid.

Tidak tahu bahwa Umar adalah pemimpinnya, orang itu berkata, "Apa kamu sudah gila?" Kemudian dijawab Umar bin Abdul Aziz, "Tidak, saya tidak gila."

Seketika hal itu membuat para pengawal Umar bin Abdul Aziz ingin memukulnya. Lalu Umar berkata kepada para pengawalnya, "Jangan pukul dia, sesungguhnya dia cuma bertanya 'apa kamu sudah gila?' Saya bilang tidak, selesai."

Khalid berpesan, agar umat Islam dapat mencontoh beberapa kisah Sahabat Rasulullah yang mampu menahan amarahnya dengan kemuliaan. Sebab, tidak boleh membalas kebodohan (marah) dengan kebodohan.

"Terutama bagi laki-laki, kalau kita lagi marah dan kita mampu melampiaskan, baik kepada istri, anak, teman, dan lainnya, tapi kita tidak lakukan. Maka setiap kali itu terjadi kita akan dapat balasan yang luar biasa, yaitu bidadari surga."

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)