LANGIT7.ID, Jakarta- - Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menjelaskan alasan seseorang mudah emosi dan marah, terutama dalam hubungan suami-istri. Masalah kecil bisa menjadi besar jika tidak diselesaikan dengan baik.
Buya Yahya lalu memberikan tips untuk mengatasi masalah emosi yang berlebihan. Di antaranya:
1. Mengenali Diri Sendiri
Buya Yahya mengajak setiap individu untuk introspeksi diri. Dia menjelaskan, kecenderungan untuk mudah emosi dan pemarah bukanlah tanda hati yang kotor, melainkan bisa jadi adalah masalah mental.
“Ini adalah langkah pertama yang penting, yaitu mengenali masalah dalam diri kita sendiri,” kata Buya Yahya saat ditanya tentang tips mengendalikan emosi dalam rumah tangga, dikutip Sabtu (30/9/2023).
Baca juga:
Fesyar 2023 Perdalam Pemahaman Tentang Ekonomi Syariah2. Mengontrol Emosi
Buya Yahya menekankan pentingnya mengontrol emosi, terutama dalam hubungan dengan pasangan hidup. Dia memberi saran agar sebelum marah, seseorang harus berpikir lebih dulu dan berusaha untuk mengendalikan diri.
Buya Yahya menyontohkan salah satu cara menahan diri saat marah. Misalnya, berikrar akan bersedekah Rp2 juta jika marah kepada istri. Saat hendak marah, maka sudah pasti akan teringat ikrar tersebut.
“Jadi nantinya ketika kita ingin marah, kita akan kehilangan uang Rp2 juta,” ungkap Buya Yahya.
3. Konsultasi dengan Ahli
Jika merasa sulit mengontrol emosi dan ada masalah mental yang mendalam, Buya Yahya menganjurkan untuk mencari bantuan dari seorang ahli psikologi. Ini adalah langkah bijak, seperti halnya jika hendak mengobati penyakit fisik dengan berkonsultasi kepada seorang dokter.
“Ahli psikologi dapat membantu kita memahami dan mengatasi masalah mental yang mungkin menyebabkan emosi yang berlebihan,” tutur Buya Yahya.
4. Pendidikan Mental
Buya Yahya juga menyoroti pentingnya pendidikan mental, terutama dalam hubungan suami istri. Dia menjelaskan, masalah psikologi seringkali dilupakan dalam rumah tangga. Namun, jika masalah ini tidak diselesaikan, konflik dapat terus berkembang dan berdampak buruk pada semua anggota keluarga.
“Oleh karena itu, pendidikan mental adalah salah satu kunci untuk menjaga keharmonisan rumah tangga,” tutur Buya Yahya.
5. Bersikap Baik dan Penuh Cinta
Terlepas dari masalah mental, Buya Yahya mengingatkan untuk selalu bersikap baik dan penuh cinta terhadap pasangan hidup kita. Marah tanpa alasan yang jelas bisa merusak hubungan. Oleh karena itu, penting untuk saling mendukung dan menghormati satu sama lain.
(ori)