Anies Kenang Habib Saggaf Al Jufri: Paku Bumi Indonesia Timur
Fajar adhitya
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 15:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat sowan ke Habib Saggaf Aljufri (foto: Media Al-Khairaat)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri tahlil dan takziyah malam kedua wafatnya Habib Saggaf bin Muhammad bin Idrus bin Salim Aljufri. Anies menyebut umat Islam dan bangsa Indonesia telah kehilangan mutiara paling bersinar dengan kewafatannya.
Anies merasakan betul kemuliaan akhlak Habib Saggaf. Pribadinya yang teduh, santun membuat siapa saja yang menemuinya merasa tenteram.
“Saya selalu merasakan keteduhan kebahagiaan ketenangan dan ilmu yang luar biasa setiap kali bersama Habib Saggaf,” katanya, Kamis malam secara virtual.
Pertemuan pertama Anies dengan Habib Jufri terjadi sekitar tahun 2011-2012. Saat itu, Anies masih menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina, Jakarta. Momen pertemuan yang tak bisa dilupakan inisiator Gerakan Indonesia Mengajar ini.
“Keluasan ilmunya terasa betul bagi siapa pun yang mencoba mencicipinya. Kebijakan dan kedalaman dalam membaca, menganalisa, dan memberikan arah,” tuturnya.
Menurutnya, ketentraman dan kenyamanan di kota Palu terus terjaga sebab kehadiran Habib Saggaf Al Jufri. Ia menyebut almarhum sebagai Paku Bumi-nya Indonesia bagian timur.
“Allahuyarham adalah Paku Bumi, bukan hanya Sulawesi Tengah, tapi kawasan timur Indonesia,” kenangnya.
Anies merasakan betul kemuliaan akhlak Habib Saggaf. Pribadinya yang teduh, santun membuat siapa saja yang menemuinya merasa tenteram.
“Saya selalu merasakan keteduhan kebahagiaan ketenangan dan ilmu yang luar biasa setiap kali bersama Habib Saggaf,” katanya, Kamis malam secara virtual.
Pertemuan pertama Anies dengan Habib Jufri terjadi sekitar tahun 2011-2012. Saat itu, Anies masih menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina, Jakarta. Momen pertemuan yang tak bisa dilupakan inisiator Gerakan Indonesia Mengajar ini.
“Keluasan ilmunya terasa betul bagi siapa pun yang mencoba mencicipinya. Kebijakan dan kedalaman dalam membaca, menganalisa, dan memberikan arah,” tuturnya.
Menurutnya, ketentraman dan kenyamanan di kota Palu terus terjaga sebab kehadiran Habib Saggaf Al Jufri. Ia menyebut almarhum sebagai Paku Bumi-nya Indonesia bagian timur.
“Allahuyarham adalah Paku Bumi, bukan hanya Sulawesi Tengah, tapi kawasan timur Indonesia,” kenangnya.