Depresi hingga Gangguan Makan, Ini Dampak Pelecehan Seksual bagi Penyintas
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 08 Juli 2022 - 11:02 WIB
Ilustrasi korban pelecehan seksual yang merasa sendiri di tengah keramaian. Foto: LANGIT7/iStock
Tersangka tindakan asusila, MSAT (42) di Ploso, Jombang sudah menyerahkan diri ke pihak kepolisian pada Kamis (7/7/2022) malam, sekitar pukul 23.35 WIB.
Tersangka MSAT melakukan pelecehan seksual terhadap seorang santriwati di salah satu ponpes di Ploso, Jombang, Jawa Timur. Meski tersangka MSAT telah menyerahkan diri, namun kekerasan atau pelecehan seksual itu memiliki dampak buruk bagi si korban.
Merujuk dari RAINN, organisasi anti kekerasan seksual yang berbasis di Washington D.Cmenyebutkan ada sejumlah efek yang dialami penyintas kekerasan seksual, di antaranya adalah depresi atau gangguan suasana hati. Umumnya, penyintas akan mengalami perasaan sedih dan putus asa dalam jangka waktu lama. Kondisi ini dapat mengganggu pola pikir yang teratur.
Baca juga: Buru MSAT Tersangka Pelecehan Seksual, Polda Jatim Dihalangi Puluhan Orang
Akibat lainnya adalah berpengaruh pada perilaku penyintas dan hubungannya dengan lingkungan sekitar. Depresi tidak pandang bulu, artinya dapat mempengaruhi siapa saja dari segala usia, jenis kelamin, ras, etnis atau agama.
Depresi bukanlah tanda kelemahan, namun ini adalah kondisi kesehatan mental yang serius. Untuk mengatasinya penyintas harus mendapat bantuan dari seorang yang profesional.
Meskipun setiap penyintas unik dalam pengalaman mereka, namun tak sedikit dari mereka yang mengalami efek lain selain depresi, seperti perasaan malu. Washington Coalition of Sexual Assault Programs menjelaskan, penyintas akan merasa kondisi mereka saat ini salah, kotor, dan cacat permanen.
Tersangka MSAT melakukan pelecehan seksual terhadap seorang santriwati di salah satu ponpes di Ploso, Jombang, Jawa Timur. Meski tersangka MSAT telah menyerahkan diri, namun kekerasan atau pelecehan seksual itu memiliki dampak buruk bagi si korban.
Merujuk dari RAINN, organisasi anti kekerasan seksual yang berbasis di Washington D.Cmenyebutkan ada sejumlah efek yang dialami penyintas kekerasan seksual, di antaranya adalah depresi atau gangguan suasana hati. Umumnya, penyintas akan mengalami perasaan sedih dan putus asa dalam jangka waktu lama. Kondisi ini dapat mengganggu pola pikir yang teratur.
Baca juga: Buru MSAT Tersangka Pelecehan Seksual, Polda Jatim Dihalangi Puluhan Orang
Akibat lainnya adalah berpengaruh pada perilaku penyintas dan hubungannya dengan lingkungan sekitar. Depresi tidak pandang bulu, artinya dapat mempengaruhi siapa saja dari segala usia, jenis kelamin, ras, etnis atau agama.
Depresi bukanlah tanda kelemahan, namun ini adalah kondisi kesehatan mental yang serius. Untuk mengatasinya penyintas harus mendapat bantuan dari seorang yang profesional.
Meskipun setiap penyintas unik dalam pengalaman mereka, namun tak sedikit dari mereka yang mengalami efek lain selain depresi, seperti perasaan malu. Washington Coalition of Sexual Assault Programs menjelaskan, penyintas akan merasa kondisi mereka saat ini salah, kotor, dan cacat permanen.