Tim Khusus Polri Sambangi Komnas HAM, Usut Kasus Baku Tembak Antar Polisi
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 15 Juli 2022 - 23:18 WIB
Wakapolri Gatot Eddy Pramono dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Humas Komnas HAM)
Tim khusus Polri yang menangani kasus penembakan Bharada E terhadap Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)di Jakarta,Jumat (15/7/2022) sore WIB. Kehadiran tim khusus yang dibentuk Kapolri Listyo Sigit Prabowo itu untuk memperkuat koordinasi agar peristiwa baku tembak antar polisi bisa terungkap secara tuntas.
Wakapolri Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono, yang menjabat sebagai ketua tim khusus mengungkapkan maksud kedatangannya ke Komnas HAM dalam rangka koordinasi terkait peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu. "Tujuan kita kesini ialah untuk mengkoordinasikan langkah-langkah apa yang akan dilakukan ke depan," kata Gatot dalam konferensi pers bersama Komnas HAM.
Baca Juga:Wakil Ketua MPR Nilai Komnas HAM Independen Usut Kasus Baku Tembak Polisi
Gatot menjelaskan bahwa Polri dan Komnas HAM memiliki SOP masing-masing. Meski begitu, Polri dan Komnas HAM akan saling memperkuat koordinasi khususnya kebutuhan di lapangan, seperti laboratorium forensik maupun kedokteran forensik.
Selain itu, Gatot memastikan tim khusus akan bekerja secara profesional dalam kasus ini. "Polri disini akan bekerja secara profesional khususnya tim yang sudah dibentuk Bapak Kapolri ini transparan dan akuntabel," ucap Gatot.
Gatot juga membeberkan kerja tim khusus yang sudah berjalan hingga saat ini. Menurutnya, tim khusus sudah melakukan langkah-langkah, proses pendalaman, melengkapi pengolahan tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Kadiv Propam.
Baca Juga:Kontras Sebut Kasus Baku Tembak Polisi Mirip Insiden 6 Laskar FPI
Wakapolri Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono, yang menjabat sebagai ketua tim khusus mengungkapkan maksud kedatangannya ke Komnas HAM dalam rangka koordinasi terkait peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu. "Tujuan kita kesini ialah untuk mengkoordinasikan langkah-langkah apa yang akan dilakukan ke depan," kata Gatot dalam konferensi pers bersama Komnas HAM.
Baca Juga:Wakil Ketua MPR Nilai Komnas HAM Independen Usut Kasus Baku Tembak Polisi
Gatot menjelaskan bahwa Polri dan Komnas HAM memiliki SOP masing-masing. Meski begitu, Polri dan Komnas HAM akan saling memperkuat koordinasi khususnya kebutuhan di lapangan, seperti laboratorium forensik maupun kedokteran forensik.
Selain itu, Gatot memastikan tim khusus akan bekerja secara profesional dalam kasus ini. "Polri disini akan bekerja secara profesional khususnya tim yang sudah dibentuk Bapak Kapolri ini transparan dan akuntabel," ucap Gatot.
Gatot juga membeberkan kerja tim khusus yang sudah berjalan hingga saat ini. Menurutnya, tim khusus sudah melakukan langkah-langkah, proses pendalaman, melengkapi pengolahan tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Kadiv Propam.
Baca Juga:Kontras Sebut Kasus Baku Tembak Polisi Mirip Insiden 6 Laskar FPI