Hukum Memakai Gelar Haji dan Hajjah Setelah Pulang Berhaji
Muhajirin
Sabtu, 16 Juli 2022 - 13:00 WIB
Ilustrasi (Dok Kemenag)
Gelar haji sudah menjadi budaya yang mengakar di Indonesia. Masyarakat akan memanggil jemaah haji yang pulang dari ibadah haji dengan gelar yakni ‘Haji’ untuk pria dan 'Hajjah' untuk wanita. Huruf 'H' dan 'Hj' juga ditambahkan di depan nama dalam penulisan namanya layaknya gelar akademik.
Lalu, apakah gelar haji dan hajjah boleh digunakan dan disematkan kepada mereka yang pulang dari ibadah haji?.
Pendiri Pusat Kajian Islam Quantum Akhyar Institut, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menegaskan bahwa ibadah sejatinya tidak melahirkan gelar, seperti gelar-gelar dalam dunia akademik. Tujuan ibadah adalah mencapai predikat takwa.
Baca Juga: Lalui Perjuangan Berat, Begini Asal Mula Penyematan Gelar Haji
“Tujuan yang paling dikejar dalam ibadah itu adalah predikat takwa, tujuan dari ibadah itu puncaknya adalah takwa. Shalat Qur’an surat 2 ayat 2-3, puasa untuk bertakwa Al BAqarah 183, haji untuk bertakwa Qur'an surah 2 ayat 197, berbekal lah saat ibadah haji dan sebaik-baik bekal adalah takwa,” kata UAH di Akhyar TV, dikutip Sabtu (16/7/2022).
Dia menjelaskan, panggilanhaji yang melekat di masyarakat Indonesia berasal dari ungkapan orang-orang Arab. Ungkapan itu merujuk pada suatu doa agar menjadi haji yang mabrur, umrah yang diterima, dan perniagaan yang tidak merugi.
Lalu, apakah gelar haji dan hajjah boleh digunakan dan disematkan kepada mereka yang pulang dari ibadah haji?.
Pendiri Pusat Kajian Islam Quantum Akhyar Institut, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menegaskan bahwa ibadah sejatinya tidak melahirkan gelar, seperti gelar-gelar dalam dunia akademik. Tujuan ibadah adalah mencapai predikat takwa.
Baca Juga: Lalui Perjuangan Berat, Begini Asal Mula Penyematan Gelar Haji
“Tujuan yang paling dikejar dalam ibadah itu adalah predikat takwa, tujuan dari ibadah itu puncaknya adalah takwa. Shalat Qur’an surat 2 ayat 2-3, puasa untuk bertakwa Al BAqarah 183, haji untuk bertakwa Qur'an surah 2 ayat 197, berbekal lah saat ibadah haji dan sebaik-baik bekal adalah takwa,” kata UAH di Akhyar TV, dikutip Sabtu (16/7/2022).
Dia menjelaskan, panggilanhaji yang melekat di masyarakat Indonesia berasal dari ungkapan orang-orang Arab. Ungkapan itu merujuk pada suatu doa agar menjadi haji yang mabrur, umrah yang diterima, dan perniagaan yang tidak merugi.