Makna Haji Mabrur, Salehnya Muncul dan Salahnya Hilang
Muhajirin
Sabtu, 16 Juli 2022 - 15:39 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Setiap orang yang berhaji pasti ingin mendapatkan haji yang mabrur. Lalu apa yang dimaksud haji mabrur?.
Pendiri Pusat Kajian Islam Quantum Akhyar Institut, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, mabrur berasal dari kata Al-birru yang berarti kebaikan yang terlahir setelah mampu menepikan sifat-sifat yang tidak baik.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, saat jemaah haji wukuf di Arafah, hal itu menjadi momen untuk berkontemplasi, merenung dan intropeksi diri, mengenal diri sendiri sehingga lebih dekat kepada Allah Ta’ala.
Di Muzdalifah menjadi tempat merenung dan berkomitmen untuk melepaskan semua sifat buruk, sehingga ada rangkaian lempar batu ke masing-masing tiang di komplek jembatan jumrah.
Baca Juga: Hukum Memakai Gelar Haji dan Hajjah Setelah Pulang Berhaji
“Puncaknya di Mina. Disebut dengan Mina karena kita berharap menjadi pribadi yang lebih baik lagi, setelah merenung dua sampai tiga hari,” kata UAH di Adi Hidayat Official, Sabtu (16/7/2022).
Pendiri Pusat Kajian Islam Quantum Akhyar Institut, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, mabrur berasal dari kata Al-birru yang berarti kebaikan yang terlahir setelah mampu menepikan sifat-sifat yang tidak baik.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, saat jemaah haji wukuf di Arafah, hal itu menjadi momen untuk berkontemplasi, merenung dan intropeksi diri, mengenal diri sendiri sehingga lebih dekat kepada Allah Ta’ala.
Di Muzdalifah menjadi tempat merenung dan berkomitmen untuk melepaskan semua sifat buruk, sehingga ada rangkaian lempar batu ke masing-masing tiang di komplek jembatan jumrah.
Baca Juga: Hukum Memakai Gelar Haji dan Hajjah Setelah Pulang Berhaji
“Puncaknya di Mina. Disebut dengan Mina karena kita berharap menjadi pribadi yang lebih baik lagi, setelah merenung dua sampai tiga hari,” kata UAH di Adi Hidayat Official, Sabtu (16/7/2022).