Alasan Gus Baha Selalu Pakai Bahasa Jawa Saat Berdakwah
Muhajirin
Rabu, 20 Juli 2022 - 13:49 WIB
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha (foto: NU Online)
Dakwah dari KH Ahmad Baha'uddin Nursalim alias Gus Baha begitu menarik dan diterima banyak kalangan. Namun sayangnya, tak sedikit yang kesulitan mencerna dakwah beliau karena selalu disampaikan dalam bahasa Jawa.
Ternyata Gus Baha memiliki alasan menarik di baliknya. Hal itu merupakan salah satu cara Gus Baha melestarikan bahasa Jawa.
Dia mengaku terinspirasi dari orang-orang Banjar dan Madura. Orang Madura, kata Gus Baha, di manapun mereka berada pasti menggunakan bahasa Madura. Begitu pun dengan orang Banjar yang sangat bangga dengan bahasa mereka sendiri.
Baca Juga: Gus Baha Ungkap Bangsa Indonesia adalah Keturunan Nabi Nuh
“Orang Banjar itu lebih hebat lagi, orang Banjar itu di mana-mana pun pakai bahasa Banjar. Sama seperti orang Madura, di mana-mana pakai bahasa Madura,” kata Gus Baha di kanal Santri Gayeng, dikutip Rabu (20/7/2022).
Madura dan Banjar memiliki tokoh ulama yang sama-sama dibanggakan. Dalam soal agama, orang Madura berguru kepada Syaikhona Kholil. Orang Banjar punya Syekh Arsyad al-Banjari.
Ternyata Gus Baha memiliki alasan menarik di baliknya. Hal itu merupakan salah satu cara Gus Baha melestarikan bahasa Jawa.
Dia mengaku terinspirasi dari orang-orang Banjar dan Madura. Orang Madura, kata Gus Baha, di manapun mereka berada pasti menggunakan bahasa Madura. Begitu pun dengan orang Banjar yang sangat bangga dengan bahasa mereka sendiri.
Baca Juga: Gus Baha Ungkap Bangsa Indonesia adalah Keturunan Nabi Nuh
“Orang Banjar itu lebih hebat lagi, orang Banjar itu di mana-mana pun pakai bahasa Banjar. Sama seperti orang Madura, di mana-mana pakai bahasa Madura,” kata Gus Baha di kanal Santri Gayeng, dikutip Rabu (20/7/2022).
Madura dan Banjar memiliki tokoh ulama yang sama-sama dibanggakan. Dalam soal agama, orang Madura berguru kepada Syaikhona Kholil. Orang Banjar punya Syekh Arsyad al-Banjari.