LANGIT7.ID - KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang akrab disapa
Gus Baha mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia adalah keturunan Nabi Nuh. Bahkan semua manusia yang ada di muka bumi saat ini merupakan keturunan orang-orang yang bersama Nabi Nuh di dalam kapalnya.
Dalam Al-Qur’an, Nuh merupakan salah satu nabi dan rasul dengan kedudukan sebagai Ulul Azmi. Ada 43 ayat dari 28 surah yang membahas tentang Nuh. Dia berdakwah selama 950 tahun, tapi hanya punya 80 pengikut.
Hingga pada satu momen, umat Nabi Nuh sudah tak bisa lagi menerima hidayah. Mereka terus mengejek Nabi Nuh yang tengah membangun bahtera di puncak gunung. Tanpa sadar, jika itu merupakan awal kehancuran orang-orang musyrik.
Baca Juga: Sejarah Air Zamzam yang Tidak Pernah Kering sejak 40 Abad Lalu
Hingga azab pun tiba. Langit menurunkan hujan, bumi mengeluarkan air. Bumi pun tenggelam. Tidak ada makhluk hidup yang selamat kecuali orang-orang Beriman yang ikut bersama Nuh di dalam kapal.
“Setelah kejadian banjir itu, Nabi Nuh hidup selama 60 tahun atau lebih. Sehingga manusia menjadi banyak,” kata
Gus Baha di kanal Santri Gayeng, Kamis (16/6/2022).
Atas dasar itu, Gus Baha menyebut semua umat manusia saat ini merupakan keturunan Nuh. Paling tidak keturunan dari orang-orang yang ikut di kapal Nabi Nuh AS.
“Jadi, kita semua ini disebut keturunan Nabi Nuh. Jadi, kita ini punya dua Bapak. Satu,kita disebut Bani Adam. Kedua, kita disebut zurriyat Nabi Nuh dan orang-orang yang bersamanya di kapal,” kata Gus Baha.
Maka itu, kata Gus Baha, tidak perlu membanggakan kelompok atau pun ras. Setiap manusia berasal dari ras yang sama, yakni ras Nabi Nuh AS. Setiap manusia dinilai berdasarkan kadar takwa yang mereka bawa mati nanti.
Baca Juga: Apakah Suku Quraisy Masih Eksis Sampai Sekarang?
“Setiap generasi saat ini otomatis keturunan Nuh. Makanya, kita diistilahkan kita ini zurriyah orang yang diangkut bersama perahunya Nabi Nuh,” ucap Gus Baha.
وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ
“Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan,” (QS. Yasin: 41)
(jqf)