7 Dampak Negatif Fenomena CFW, LGBT hingga Rawan Pelecehan
Fajar adhitya
Senin, 25 Juli 2022 - 18:11 WIB
Ilustrasi para remaja di Citayam Fashion Week SCBD. (Foto: Istimewa)
Fenomena para remaja pamer busana Citayam Fashion Week (CFW) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, menyita banyak perhatian dari masyarakat, artis, hingga pejabat. CFW dianggap sebagai produk kreativitas baru yang muncul dan tumbuh dari para anak muda.
Namun di balik hingar bingarnya CFW, terdapat sejumlah dampak negatif yang menyertai. CFW tidak melulu soal viralitas dan produk busana, tapi berpotensi terjadinya tindak kriminal, pelecehan, hingga ancaman lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT).
Baca Juga:Tren CFW, Pemerintah Diminta Perhatikan Usia Wajib Belajar
Berikut ini 7 dampak negatif fenomena CFW:
1. Cluster Penyebaran Covid-19
Citayam Fashion Week dikhawatirkan menjadi kluster baru penyebaran Covid-19 di ibu kota. Memang gaya busana para remaja 'SCBD' alias Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok terlihat keren, tapi kebanyakan mereka tidak memakai masker dan banyak melanggar protokol kesehatan.
Namun di balik hingar bingarnya CFW, terdapat sejumlah dampak negatif yang menyertai. CFW tidak melulu soal viralitas dan produk busana, tapi berpotensi terjadinya tindak kriminal, pelecehan, hingga ancaman lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT).
Baca Juga:Tren CFW, Pemerintah Diminta Perhatikan Usia Wajib Belajar
Berikut ini 7 dampak negatif fenomena CFW:
1. Cluster Penyebaran Covid-19
Citayam Fashion Week dikhawatirkan menjadi kluster baru penyebaran Covid-19 di ibu kota. Memang gaya busana para remaja 'SCBD' alias Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok terlihat keren, tapi kebanyakan mereka tidak memakai masker dan banyak melanggar protokol kesehatan.