LANGIT7.ID, Jakarta - Fenomena para remaja pamer busana
Citayam Fashion Week (CFW) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, menyita banyak perhatian dari masyarakat, artis, hingga pejabat. CFW dianggap sebagai produk kreativitas baru yang muncul dan tumbuh dari para anak muda.
Namun di balik hingar bingarnya CFW, terdapat sejumlah dampak negatif yang menyertai. CFW tidak melulu soal viralitas dan produk busana, tapi berpotensi terjadinya tindak kriminal, pelecehan, hingga ancaman lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT).
Baca Juga: Tren CFW, Pemerintah Diminta Perhatikan Usia Wajib BelajarBerikut ini 7 dampak negatif fenomena CFW:1. Cluster Penyebaran Covid-19Citayam Fashion Week dikhawatirkan menjadi kluster baru penyebaran
Covid-19 di ibu kota. Memang gaya busana para remaja 'SCBD' alias Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok terlihat keren, tapi kebanyakan mereka tidak memakai masker dan banyak melanggar protokol kesehatan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Ahmad Riza Patria mempertimbangkan adanya tes usap massal sebagai dampak dari kerumunan di Citayam Fashion Week. "Kalau remaja ini berkerumun gimana? Berdesakan, ada yang tidak pakai masker, nanti menimbulkan percepatan Covid karena kerumunan seperti ini," kata Riza, dikutip Senin (24/7/2022).
2. Pelecehan AnakBanyak ana-anak di bawah umur datang ke ajang pamer busana Citayam Fashion Week, bahkan hingga larut malam. Anak-anak merupakan sasaran empuk bagi tindak
pelecehan seksual.
Pemprov DKI berusaha membatasi waktu berkumpul anak-anak dan remaja di kawasan Dukuh Atas. "Kita ingin anak2 disiplin waktu, apalagi mereka rata pelajar SD, SMP dan SMA. Sebelum pukul 22.00 sebaiknya sudah di rumah. Jangan menggelar kegiatan di atas pukul 22.00 di kawasan ini," ujar Riza Patria.
3. Potensi KriminalitasCitayam Fashion Week berpotensi mengundang tindak kejahatan seperti pencopetan. Menurut keterangan kepolisian, setidaknya terdapat beberapa tindak kejahatan terhadap para remaja seperti pencurian sepeda motor dan ponsel.
"Anak-anak remaja( umur 13 s/d 15 thn ) nongkrong-nongkrong di Daerah Dukuh Bawah (Kolong Blora Jl. Thamrin Sudirman), menjadi korban Percurian dan penggelapan yaitu pada pukul 2 pagi," kata Kapolsek Metro Menteng, Netty Rosdiana Siagian dikutip dari akun Instagramnya.
Baca Juga: Pemerhati Pendidikan Khawatir Munculnya Benih LGBT di CFW4. Pelanggaran Lalu LintasPemprov DKI Jakarta menilai ajang pamer fesyen di
zebra cross Citayam Fashion Week membahayakan pengguna jalan. Riza Patria mengatakan bakal mencarikan lokasi lain yang aman untuk anak.
"Karena jumlah pengunjung membludak, muncul tantangan baru seperti kemacetan, parkir motor sembarangan yang mengganggu pengguna sepeda, keluhan dari para pejalan kaki, termasuk beberapa penampilan yg bisa memberi efek negatif untuk anak-anak kami," ucap Riza.
5. Kerusakan Fasilitas PublikDampak lainnya ialah menimbulkan kekwahatiran tersendiri bagi terjaganya kebersihan dan keamanan fasilitas publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebenarnya memeprsilakan siapa saja bisa menikmati fasilitas yang dibangun pemerintah asalkan tertib dan tidak membuang sampah sembarangan.
6. Fenomena LGBT Baru-baru ini, beberapa pria kebanyakan remaja, yang berpenampilan seperti wanita dan berlenggak-lenggok di Citayam Fashion Week. Ulahnya menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.
Pemerhati pendidikan, Dr Budi Handrianto mengkhawatirkan mulai adanya benih-benih yang berbau lesbian, gay, bisexual, dan transgender (
LGBT) yang dapat memengaruhi sekelompok remaja sekitar.
"Hal tersebut harus diwaspadai oleh adik-adik sekitar yang tadinya hanya ingin eksis, tetapi tidak menutup kemungkinan akan terjerumus bahkan menjadi mangsa," tutur Dr Budi.
7. Terabaikannya Pendidikan AnakViralnya Citayam Fashion Week banyak menarik para remaja dan anak-anak. Mereka yang masih dalam tahap mencari jati diri merasa tertantang untuk berekspresi.
Namun, ada sisi negatif terabaikannya kewajiban mereka mendapat pendidikan. Tawaran beasiswa pendidikan yang ditawarkan Menparekraf Sanidaga Salahuddin Uno ditolak oleh salah satu ikon CFW. Hal ini tentu menjadi warning akan kecenderungan para remaja memperhatikan pendidikannya.
Baca Juga:
Fenomena CFW: Publik Butuh Ruang Terbuka, Tanpa Pagar, dan Demokratis
Fenomena Citayam Fashion Week Bisa Jadi Target Pasar(asf)