Satelit Indonesia Bakal Meluncur Bareng Roket SpaceX pada 2023
Ummu hani
Selasa, 26 Juli 2022 - 22:57 WIB
Satelit Republik Indonesia atau Satria-1. (Foto: ANTARA)
Indonesia akan meluncurkan satelit pada 2023 yang akan diterbangkan dengan roket SpaceX milik Elon Musk.Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat(AS) untuk memastikan kemajuan pembuatan satelit Boeing, SpaceX, dan Hughes Network System.
Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latif mengatakan ada beberapa alasan pentingnya pengembangan proyek HBS, termasuk untuk menambah kecepatan internet di Indonesia."HBS dipilih dalam rangka menyediakan dukungan cadangan untuk memitigasi segala risiko yang mungkin terjadi pada satelit SATRA-1. Selain memiliki fungsi utama sebagai cadangan bagi SATRIA-1, penyediaan HBS bertujuan untuk menambah kecepatan internet dan meningkatkanuser experience," ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (26/7/2022).
Baca Juga:Mengenal Starlink, Satelit Besutan Elon Musk yang Masuk Indonesia
Boeing merupakan perusahaan manufaktur satelit untuk proyek Hot Backup Satellite (HBS), sedangkanSpaceX perusahaan penyedia roket peluncur (rocket launcher) untuk HBS tersebut.Sementara itu, Hughes Network System merupakan perusahaan yang menyediakan solusibroadbandbagi satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang digunakan HBS.
Adapun yang akan terbang pertama dengan roket SpaceX adalah Hot Backup Satellite (HBS) buatan Boeing Satellite. Kemudian, roket SpaceX akan menerbangkan Satelit Satria-1 pada Juni atau Juli 2023.Selanjutnya, untuk mengantar satelit Telkomsat yang jadwalnya sedang disusun oleh Kominfo.
Baca Juga:Kominfo Pastikan Layanan Satelit Milik Elon Musk Masuk Indonesia
Menteri Kominfo, Johnny G Plate, mengatakan Indonesia memilih SpaceX dan roket Falcon 6 karena sudah biasa digunakan berulang sebagai shuttle.Nantinya, satelit HBS pada akhir 2023 ditargetkan melayani 20 ribu titik fasilitas publik dari total 150 ribu titik di Indonesia.
Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latif mengatakan ada beberapa alasan pentingnya pengembangan proyek HBS, termasuk untuk menambah kecepatan internet di Indonesia."HBS dipilih dalam rangka menyediakan dukungan cadangan untuk memitigasi segala risiko yang mungkin terjadi pada satelit SATRA-1. Selain memiliki fungsi utama sebagai cadangan bagi SATRIA-1, penyediaan HBS bertujuan untuk menambah kecepatan internet dan meningkatkanuser experience," ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (26/7/2022).
Baca Juga:Mengenal Starlink, Satelit Besutan Elon Musk yang Masuk Indonesia
Boeing merupakan perusahaan manufaktur satelit untuk proyek Hot Backup Satellite (HBS), sedangkanSpaceX perusahaan penyedia roket peluncur (rocket launcher) untuk HBS tersebut.Sementara itu, Hughes Network System merupakan perusahaan yang menyediakan solusibroadbandbagi satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang digunakan HBS.
Adapun yang akan terbang pertama dengan roket SpaceX adalah Hot Backup Satellite (HBS) buatan Boeing Satellite. Kemudian, roket SpaceX akan menerbangkan Satelit Satria-1 pada Juni atau Juli 2023.Selanjutnya, untuk mengantar satelit Telkomsat yang jadwalnya sedang disusun oleh Kominfo.
Baca Juga:Kominfo Pastikan Layanan Satelit Milik Elon Musk Masuk Indonesia
Menteri Kominfo, Johnny G Plate, mengatakan Indonesia memilih SpaceX dan roket Falcon 6 karena sudah biasa digunakan berulang sebagai shuttle.Nantinya, satelit HBS pada akhir 2023 ditargetkan melayani 20 ribu titik fasilitas publik dari total 150 ribu titik di Indonesia.