LANGIT7.ID, Jakarta - Satelit Nano pertama buatan Indonesia berhasil diluncurkan dari International Space Station (ISS) menuju orbit LEO (Low Earth Orbit). Satelit yang diberi nama
Surya Satellite-1 (SS-1) ini diluncurkan dengan modul deployer (Modul JSSOD) milik Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).
Satelit ini dirancang sejak Maret 2016. Pada Februari 2018, tim SS-1 mengikuti sayembara program KiboCube yang diinisiasi oleh United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA) dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).
Sayembara terbuka untuk tim satelit di seluruh dunia bertujuan untuk meningkatkan kapasitas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa. Pada Agustus 2018 tim asal Indonesia SS-1 dinyatakan sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah peluncuran satelit nano dari ISS secara gratis.
Baca Juga: Satelit SS-1 Buatan Anak Bangsa Mengudara Pakai Roket Milik Elon MuskSatelit ini bentuk kolaborasi dari PT Pasifik Satelit Nusantara, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), PT Pudak Scientific, dan
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Peluncuran SS-1 ke orbit tak lepas dari peran UNOOSA dan JAXA.
Project Leader, Setra Yoman Prahyang mengatakan untuk saat ini, tim akan memantau SS-1 yang sudah mengorbit. "Kita pasti perlu memantau dan memastikan ini bekerja apakah ada flow dari desain kita, dari manufaktur dan lain-lain," ungkapnya dalam Pelepasan Surya Satelit-1 dari International Space Station di Youtube BRIN, dikutip Sabtu (7/1/2023).
Satelit nano SS-1 memiliki ukuran 10x10x11,35 cm dengan berat 1-1,3 kg. SS-1 akan berfungsi sebagai APRS (Automatic Package Radio System) untuk kebutuhan Radio Amatir dari Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI).
Tak hanya itu, SS-1 juga dapat difungsikan untuk komunikasi dan deteksi kebencanaan. SS-1 beroperasi di ketinggian 400-420 km di atas permukaan Bumi, dengan sudut inklinasi 51,7 derajat.
Baca Juga:
Ilmuwan Muslim Farouk El Baz, Otak di Balik Kesuksesan Misi Apollo
NASA Sebut Sampah Luar Angkasa Jadi Ancaman Besar Masa Kini(gar)