Inflasi Jadi Bukti Ketahanan Pangan Indonesia Rapuh
Mahmuda attar hussein
Kamis, 28 Juli 2022 - 12:15 WIB
Inflasi karena ketahanan pangan yang rapuh. (Foto: Pixabay).
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menilai inflasi yang terjadi secara global membuktikan rapuhnya ketahanan pangan Indonesia.
Menurutnya, faktor geopolitik berpengaruh secara signifikan terhadap inflasi, sehingga menyebabkan naiknya bahan baku dan bahan energi.
"Itu semua bukan semata-mata faktor ekternal, tapi juga intern kita yang bermasalah. Berbicara komoditas pangan adalah potret konkret ketahanan pangan kita rapuh," ujarnya dalam Diskusi Kenaikan Harga-harga Menggelisahkan Warga, Rabu (27/7/2022).
Baca Juga: IDEAS: Krisis Pangan Bayangi Indonesia, Pemerintah Jangan Bergantung Impor Pasar Global
Apalagi, sambung dia, gangguan pasokan global terbukti berpengaruh terhadap pangan di Tanah Air. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sangat bergantung dengan komoditas dari negara lain, seperti gandum untuk bahan baku mie instan dan roti.
"Ini kesalahan historis dan cukup fatal. Kita konsumen terbesar mie instan tapi tidak ada satu pun yang menanam biji gandum, yang seharusnya bisa memasok untuk bahan baku lokal," ungkapnya.
Kerapuhan pangan di Tanah Air ini berdampak pula pada hal terkait lainnya. Pengaruhnya hingga menyebabkan pasokan dan harga yang rentan goyah.
Menurutnya, faktor geopolitik berpengaruh secara signifikan terhadap inflasi, sehingga menyebabkan naiknya bahan baku dan bahan energi.
"Itu semua bukan semata-mata faktor ekternal, tapi juga intern kita yang bermasalah. Berbicara komoditas pangan adalah potret konkret ketahanan pangan kita rapuh," ujarnya dalam Diskusi Kenaikan Harga-harga Menggelisahkan Warga, Rabu (27/7/2022).
Baca Juga: IDEAS: Krisis Pangan Bayangi Indonesia, Pemerintah Jangan Bergantung Impor Pasar Global
Apalagi, sambung dia, gangguan pasokan global terbukti berpengaruh terhadap pangan di Tanah Air. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sangat bergantung dengan komoditas dari negara lain, seperti gandum untuk bahan baku mie instan dan roti.
"Ini kesalahan historis dan cukup fatal. Kita konsumen terbesar mie instan tapi tidak ada satu pun yang menanam biji gandum, yang seharusnya bisa memasok untuk bahan baku lokal," ungkapnya.
Kerapuhan pangan di Tanah Air ini berdampak pula pada hal terkait lainnya. Pengaruhnya hingga menyebabkan pasokan dan harga yang rentan goyah.