home edukasi & pesantren

Khazanah Islam di Nusantara

Tradisi Jawa Sambut Tahun Baru Islam, Sedekah Hingga Ziarah

Sabtu, 30 Juli 2022 - 17:40 WIB
Grebeg Suro, salah satu tradisi sedekah masyarakat Jawa di bulan Muharram (foto: Pesona Indonesia)
Masyarakat Jawa menyebut bulan Muharram sebagai bulan Suro. Orang Jawa memiliki tradisi unik dalam merayakan Muharram atau tahun baru Islam.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof Nursyam, menjelaskan, Islam dan Jawa sudah menjadi entitas kebudayaan yang menyatu dan tidak terpisahkan. Jika tidak bisa dipisahkan, maka Islam dapat berkolaborasi dengan tradisi Jawa.

"Sehingga Islam dan Jawa dapat membangun demokrasi dan kemodernan. Keduanya saling memberikan sumbangannya dalam satu kesatuan untuk membangun peradaban yang agung dan mendunia," jelas Prof Nursyam di blog-nya, dikutip Sabtu (30/7/2022).

Maka itu, ada beberapa hal yang bisa dipahami mengenai perilaku orang Islam Jawa, terkait perayaan 1 Muharram atau 1 Suro. Founder Nursyam Centre (NSC) dan Friendly Leadership Training itu mencatat lima tradisi terkait perayaan 1 Muharram:

1. Tradisi Mencintai dan Menghormati Keris dan Benda Pusaka Lain

Keris atau benda-benda pusaka lainnya tentu bukanlah tradisi asli Islam. Tapi, hampir di semua kerajaan Islam dijumpai benda-benda pusaka. Bahkan, para Wali juga memiliki benda-benda pusaka.

Baca Juga: Muhammadiyah: Sambut Tahun Baru Islam Tidak Dianggap Bid'ah
Berita Terkait
Berita Lainnya