Ini Beda Ruqyah Syar'i dengan Praktik Dukun, Umat Harus Jeli
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 13:50 WIB
Ilustrasi ruqyah syari. (Foto: Istimewa).
Ada beda ruqyah syariah dengan praktik dukun. Umat Islam diharapkan lebih teliti dalam memilih pengobatan alternatif yang bisa menjermusukan pada kesesatan.
Analis Kebijakan Ahli Muda Pusat Bimas Islam, Ustadz Husni Ismail menjelaskan, ruqyah syariah bisa dilakukan dengan salat hajat, tahajjud, dan salat sunnah lainnya. Sebab, salat adalah bagian dari ruqyah.
"Kemudian juga bacaan ayat tertentu yang kita rutinkan. Itu akan menjelma dalam bentuk perlindungan dan energi positif dalam diri," jelasnya dalam diskusi Perdukunan dalam Perspektif Islam, Jumat (5/8/2022).
Baca Juga: 7 Ciri Pengobatan Alternatif ala Dukun Berpenampilan Ustadz
Sedangkan perdukunan, lanjut dia, adalah sebuah praktik hitam yang bertentangan syariat Islam. Biasanya, praktik perdukunan bisa dicirikan dari tampilan sosok dukun yang menyeramkan.
"Dengan pakaian serba hitam, bisa jadi lokasinya kumuh, atau pada praktiknya menggunakan kemenyan dan lain sebagainya," ujarnya.
Selain itu dukun biasa menggunakan media yang bertentangan dengan syariat, seperti barang najis ataupun bacaan jampi yang tidak ada kaitan dengan Allah dan Rasul.
Analis Kebijakan Ahli Muda Pusat Bimas Islam, Ustadz Husni Ismail menjelaskan, ruqyah syariah bisa dilakukan dengan salat hajat, tahajjud, dan salat sunnah lainnya. Sebab, salat adalah bagian dari ruqyah.
"Kemudian juga bacaan ayat tertentu yang kita rutinkan. Itu akan menjelma dalam bentuk perlindungan dan energi positif dalam diri," jelasnya dalam diskusi Perdukunan dalam Perspektif Islam, Jumat (5/8/2022).
Baca Juga: 7 Ciri Pengobatan Alternatif ala Dukun Berpenampilan Ustadz
Sedangkan perdukunan, lanjut dia, adalah sebuah praktik hitam yang bertentangan syariat Islam. Biasanya, praktik perdukunan bisa dicirikan dari tampilan sosok dukun yang menyeramkan.
"Dengan pakaian serba hitam, bisa jadi lokasinya kumuh, atau pada praktiknya menggunakan kemenyan dan lain sebagainya," ujarnya.
Selain itu dukun biasa menggunakan media yang bertentangan dengan syariat, seperti barang najis ataupun bacaan jampi yang tidak ada kaitan dengan Allah dan Rasul.