Singgung Politik Identitas, Ridwan Kamil: Jangan Kasih Panggung
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 11:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan paparan di diskusi 10 Tahun Forum Pemred di Jakarta, Jumat (6/8/2022). Foto: Humas Pemprov Jabar.
Gubernur Jawa BaratRidwan Kamil menilai pemimpin redaksi memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi opini masyarakat. Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, berharap media mengedepankan narasi-narasi yang mempersatukan dan mengurangi politik identitas yang tidak perlu.
Baca juga: Survei: Potensi Politik Identitas Minim Terjadi pada Pemilu 2024
"Saya titip ke depan narasi-narasi yang mempersatukan, kurangi politik identitas dan hal-hal yang dapat merusak NKRI," kata Kang Emil di diskusi 10 TahunForum Pemred di Jakarta, Jumat (5/8/2022).
Dengan narasi positif, lanjut Kang Emil, Indonesia bisa terus kondusif tanpa diganggu oleh berita-berita yang sifatnya meresahkan, serta tidak memberikan panggung kepada hal-hal yang tidak menginspirasi.
"Kita tentu ingin kondusif, damai, bisa konser lagi, pariwisata maju, dan lainnya," harap Kang Emil melalui keterangan tertulis yang dikutip Sabtu, (6/8/2022).
Terciptanya kondusivitas tersebut juga menjadi satu syarat Indonesia bisa menjadi negara adidaya pada 2045. Pasalnya, lanjut Kang Emil, bangsa ini kalau terus bertengkar tidak akan mempunyai waktu untuk berkembang dan produktif.
Baca juga: Bima Arya Nobatkan Ridwan Kamil sebagai Ayah Inspiratif
Baca juga: Survei: Potensi Politik Identitas Minim Terjadi pada Pemilu 2024
"Saya titip ke depan narasi-narasi yang mempersatukan, kurangi politik identitas dan hal-hal yang dapat merusak NKRI," kata Kang Emil di diskusi 10 TahunForum Pemred di Jakarta, Jumat (5/8/2022).
Dengan narasi positif, lanjut Kang Emil, Indonesia bisa terus kondusif tanpa diganggu oleh berita-berita yang sifatnya meresahkan, serta tidak memberikan panggung kepada hal-hal yang tidak menginspirasi.
"Kita tentu ingin kondusif, damai, bisa konser lagi, pariwisata maju, dan lainnya," harap Kang Emil melalui keterangan tertulis yang dikutip Sabtu, (6/8/2022).
Terciptanya kondusivitas tersebut juga menjadi satu syarat Indonesia bisa menjadi negara adidaya pada 2045. Pasalnya, lanjut Kang Emil, bangsa ini kalau terus bertengkar tidak akan mempunyai waktu untuk berkembang dan produktif.
Baca juga: Bima Arya Nobatkan Ridwan Kamil sebagai Ayah Inspiratif