Jasa Ulama terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Muhajirin
Senin, 08 Agustus 2022 - 12:30 WIB
Para Ulama Pendiri Jamiatul Khair (foto: istimewa)
Ulama memiliki jasa besar terhadap kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Itu fakta sejarah yang tidak bisa dibantah. Salah satu peran paling krusial terjadi pada Jumat, 17 Agustus 1945 sekitar pukul 10.00 WIB.
Bertempat di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, rumah seorang saudagar muslim dari Yaman, Syekh Faradj Martak. Tak banyak yang tahu soal fakta ini, sebab mayoritas buku sejarah hanya menyebutkan nama jalan saja.
“Kenapa tidak pernah dijelaskan dalam buku sejarah siapa yang punya rumah Nomor 56 itu? Ternyata itu adalah rumah seorang pengusaha muslim keturunan Yaman, yang sangat cinta terhadap Indonesia ini. Beliau mewakafkan rumahnya untuk kemerdekaan bangsa Indonesia, namanya Syekh Faradj bin Martak,” kata Ustadz Adi Hidayat (UAH) di Akhyar TV, dikutip Senin (8/8/2022).
Baca Juga: Syekh Faradj Martak, Pewakaf Rumah untuk Proklamasi Kemerdekaan RI
Sebelum kemerdekaan, tepat pada 1323 H/1905 M, ada empat ulama yang berkumpul di daerah Krukut, Jakarta Barat. Mereka adalah Sayyid Al-Fakhir, Sayyid Abdurrahman, Sayyid Muhammad, dan Sekhan. Mereka membahas tentang penjajahan yang sudah berlangsung 300 tahun lebih di Tanah Air.
Bertempat di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, rumah seorang saudagar muslim dari Yaman, Syekh Faradj Martak. Tak banyak yang tahu soal fakta ini, sebab mayoritas buku sejarah hanya menyebutkan nama jalan saja.
“Kenapa tidak pernah dijelaskan dalam buku sejarah siapa yang punya rumah Nomor 56 itu? Ternyata itu adalah rumah seorang pengusaha muslim keturunan Yaman, yang sangat cinta terhadap Indonesia ini. Beliau mewakafkan rumahnya untuk kemerdekaan bangsa Indonesia, namanya Syekh Faradj bin Martak,” kata Ustadz Adi Hidayat (UAH) di Akhyar TV, dikutip Senin (8/8/2022).
Baca Juga: Syekh Faradj Martak, Pewakaf Rumah untuk Proklamasi Kemerdekaan RI
Sebelum kemerdekaan, tepat pada 1323 H/1905 M, ada empat ulama yang berkumpul di daerah Krukut, Jakarta Barat. Mereka adalah Sayyid Al-Fakhir, Sayyid Abdurrahman, Sayyid Muhammad, dan Sekhan. Mereka membahas tentang penjajahan yang sudah berlangsung 300 tahun lebih di Tanah Air.