Tafsir Al-Baqarah Ayat 74: Hati Jadi Keras karena Jauh dari Allah
Andi Muhammad
Senin, 08 Agustus 2022 - 15:47 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Hati yang keras bisa menjerumuskan seseorang menuju kemusyrikan. Kaum muslimin wajib memperkuat iman dengan rutin beribadah serta memperdalam ilmu agama. Hati yang keras diakibatkan karena seorang muslim jauh dari Allah azza wa jalla.
Seorang umat muslim yang beriman dan taat akan perintah Allah memiliki ciri hati yang lembut, karena hati yang lembut akan menimbulkan segala tutur kata serta sifat yang baik. Hal tersebut merupakan cerminan keindahaan agama Islam.
Terkait hati yang keras, Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 74:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ ٱلْمَآءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Artinya: Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
Baca Juga:Tafsir Surah Al Maun tentang Salat, Yuk Perbaiki Kualitas Ibadah
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsir as-Sa'di menjelaskan, hati yang keras membuat nasihat kepada seorang mukmin tidak berpengaruh. Hati tersebut dikeraskan Allah seperti batu bahkan melebih kerasnya besi.
Seorang umat muslim yang beriman dan taat akan perintah Allah memiliki ciri hati yang lembut, karena hati yang lembut akan menimbulkan segala tutur kata serta sifat yang baik. Hal tersebut merupakan cerminan keindahaan agama Islam.
Terkait hati yang keras, Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 74:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ ٱلْمَآءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Artinya: Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
Baca Juga:Tafsir Surah Al Maun tentang Salat, Yuk Perbaiki Kualitas Ibadah
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsir as-Sa'di menjelaskan, hati yang keras membuat nasihat kepada seorang mukmin tidak berpengaruh. Hati tersebut dikeraskan Allah seperti batu bahkan melebih kerasnya besi.