Anak Yatim Juga Punya Perasaan, Santunan Tak Perlu Dipertontonkan
Muhajirin
Selasa, 09 Agustus 2022 - 15:44 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Sebagian masyarakat menganggap 10 Muharram sebagai Hari Raya atau lebaran anak yatim (Idul Yatama). Idul Yatama merupakan ungkapan kegembiraan bagi anak-anak yatim, sebab pada saat itu banyak orang yang memberikan perhatian dan santunan.
Menurut Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf, acara santunan pada Idul Yatama merupakan budaya yang patut dipertahankan. Hanya saja, acara santunan tak perlu dipertontonkan, apalagi kalau sampai mengeksploitasi untuk kepentingan pencitraan.
“Saya imbau untuk tidak membuat acara seperti itu. Acara anak yatim boleh kita adakan, tapi tidak secara terbuka. Boleh terbuka, tapi pemberian hadiah simbolis saja satu, yang lain nanti di kamar, atau di rumah masing-masing. Itu lebih mulia,” kata Habib Syech di kanal YouTube NU online, dikutip Selasa (9/8/2022).
Baca Juga: Bagaimana Hukum Makan Uang Donasi Anak Yatim? Ini Jawaban Gus Baha
Hal senada pernah disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Muhammad Anwar Manshur. Dia mengatakan, anak-anak yatim memang butuh perhatian, tapi bukan untuk dipertontonkan.
“Kurang baik kalau menyantuni anak yatim dijadikan acara, kasihan mereka nelongso kalau dipertontonkan,” katanya.
Menurut Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf, acara santunan pada Idul Yatama merupakan budaya yang patut dipertahankan. Hanya saja, acara santunan tak perlu dipertontonkan, apalagi kalau sampai mengeksploitasi untuk kepentingan pencitraan.
“Saya imbau untuk tidak membuat acara seperti itu. Acara anak yatim boleh kita adakan, tapi tidak secara terbuka. Boleh terbuka, tapi pemberian hadiah simbolis saja satu, yang lain nanti di kamar, atau di rumah masing-masing. Itu lebih mulia,” kata Habib Syech di kanal YouTube NU online, dikutip Selasa (9/8/2022).
Baca Juga: Bagaimana Hukum Makan Uang Donasi Anak Yatim? Ini Jawaban Gus Baha
Hal senada pernah disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Muhammad Anwar Manshur. Dia mengatakan, anak-anak yatim memang butuh perhatian, tapi bukan untuk dipertontonkan.
“Kurang baik kalau menyantuni anak yatim dijadikan acara, kasihan mereka nelongso kalau dipertontonkan,” katanya.