home edukasi & pesantren

Imam Besar Istiqlal: Kesetaraan Gender dalam Islam Beda dengan Feminisme

Selasa, 09 Agustus 2022 - 16:35 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, merupakan seorang ulama yang memiliki kepakaran di bidang kajian gender. Menurutnya Islam mengajarkan kesetaraan gender yang berbeda dengan konsep yang diusung oleh feminisme.

Islam mengajarkan kesetaraan gender, tapi tetap sesuai dengan proporsionalnya. Berbeda dengan konsep feminisme yang menempatkan laki-laki dan perempuan setara secara fifty-fifty atau gender equality.

Kesetaraan gender dalam Islam itu bersifat equity. Gender equity sejalan dengan ajaran Islam. Kesetaraan yang tetap menghargai budaya dan keagamaan. Perempuan harus diberdayakan, tapi tidak harus merongrong budaya keagamaan serta budaya.

"Kami tidak ingin kebablasan. Saya ingin membedakan antara gender equality dan gender Equity. Gender equality itu kan fifty-fifty laki-laki dan perempuan harus sama. Kalau saya itu gender equity. Gender equity lebih soft, menghargai budaya," kata Prof Nasar kepada LANGIT7.ID, Senin (8/8/2022).



Baca Juga: Sejak Dulu Islam Memuliakan dan Menghormati Perempuan

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
feminisme nasaruddin umar kesetaraan kesetaraan gender
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya