LANGIT7.ID - , Jakarta -
Wanita dengan segala posisi dan keadaannya selalu menjadi objek pembahasan menarik, baik bersifat ilmiah maupun tidak. Terbukti banyak sekali karya-karya yang secara khusus dengan wanita sebagai objek bahasannya.
Wakil Ketua Umum PP Muslimat Dewan Da'wah,
Mufidah Said mengatakan bangsa barat memiliki anggapan Islam kurang manusiawi dan tidak adil dalam memperlakukan perempuan. Dalam anggapan tersebut, hukum Islam memiliki keberpihakan pada kaum laki-laki.
Baca juga: Perempuan Lebih Utama Shalat di Rumah, UAS: Kalau...Padahal, lanjut Mufidah,
Islam mengakui hak-hak dan meninggikan kehormatan kaum wanita. Bahkan, pengakuan tersebut sudah ada sejak turunnya agama Islam.
"Feminisme yang muncul sebenarnya mempunyai kesamaan semangat
persamaan hak antar gender yang ada di dalam Islam. Bahkan, sudah ada 1.000 tahun sebelum feminis barat meneriakan persamaan derajat perempuan dan laki-laki," ujar Mufidah dalam webinar bertajuk "Feminisme Dalam Perspektif Islam," Rabu (27/7/2022), kemarin.
Meskipun memiliki kesamaan semangat, namun tetap ada perbedaannya yakni pada kadar ketakwaan mereka.
Sebagaimana dalam firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 13;
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Baca juga: Perempuan Haid Tidak Wajib Shalat, Ini Amalan PenggantinyaMufidah melanjutkan, pandangan barat terhadap Islam menempatkan wanita menandakan pemahaman mereka masih dangkal.
"Cara pandang yang timpang dan tidak adil ini terus dipelihara dan dihembuskan banyak subhat-subhat oleh orang-orang orientalis untuk membentuk citra wajah Islam," jelas Mufidah.
Namun, tambah dia, serangan-serangan orientalis terkait isu gender selalui melahirkan tokoh-tokoh yang membela Islam.
"Pun begitu, dalil-dalil yang begitu gamblang menerangkan persamaan laki-laki dan perempuan begitu banyak. Meski kadang disembunyikan oleh mereka yang jumud dalam memahami Islam," pungkasnya.
Baca juga: Alasan Harus Berhijab, Bukan Cuma Menutup Aurat Perempuan(est)