Sejarah Munculnya Adzan dan Sebutan Bilal Sang Muadzin
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 07:58 WIB
Muadzin, pengumandang adzan. Foto: Langit7/iStock.
Adzan merupakan panggilan ibadah bagi umat Islam untuk menunaikan salat fardhu. Adzan dikumandangkan oleh seorang muazin dari masjid setiap memasuki waktu salat.
Pendakwah Tengku Hanan Attaki atau kerap disapa Ustadz Hanan Attaki mengatakan adzan baru disyariatkan pada tahun pertama Hijriyah, di Madinah. Hal tersebut terjadi setelah Nabi SAW berhijrah kesana.
Setelah Nabi SAW berhijrah ke Madinah, program pertama yang ia lakukan di kawasan itu adalah membangun masjid yang kelak dikenal dengan nama masjid Quba.
Baca juga: Hormati Pemain Muslim, Shin Tae-Yong Hentikan Latihan Saat Adzan Berkumandang
"Setelah itu berlanjut ke Kota Madinah untuk membangunmasjid. Sudah dibangun kemudian mereka bingung bagaimana caranya memanggil orang ke masjid untuk salat berjamaah sehari lima kali," ujar Ustadz Hanan Attaki dikutip dari kanal YouTube Hanan Attaki, Sabtu (13/8/2022).
Dia melanjutkan, pada saat itu banyak cara yang diusulkan seperti menggunakan api, terompet hingga lonceng. Setelah melewati diskusi panjang akhirnya disepakatilah panggilan adzan dengan kalimat Assholatu Jami'ah.
"Banyak cara yang diusulkan seperti membakar api di atas gunung dan memakai terompet, ternyata setelah dipikirkan hal ini miripYahudi. Kemudian ada yang menawarkan untuk memakai lonceng, namun ada yang mengatakan itu miripNasrani. Akhirnya disepakatilah kita panggil adzan dengan kalimat Assholatu Jami'ah," katanya.
Pendakwah Tengku Hanan Attaki atau kerap disapa Ustadz Hanan Attaki mengatakan adzan baru disyariatkan pada tahun pertama Hijriyah, di Madinah. Hal tersebut terjadi setelah Nabi SAW berhijrah kesana.
Setelah Nabi SAW berhijrah ke Madinah, program pertama yang ia lakukan di kawasan itu adalah membangun masjid yang kelak dikenal dengan nama masjid Quba.
Baca juga: Hormati Pemain Muslim, Shin Tae-Yong Hentikan Latihan Saat Adzan Berkumandang
"Setelah itu berlanjut ke Kota Madinah untuk membangunmasjid. Sudah dibangun kemudian mereka bingung bagaimana caranya memanggil orang ke masjid untuk salat berjamaah sehari lima kali," ujar Ustadz Hanan Attaki dikutip dari kanal YouTube Hanan Attaki, Sabtu (13/8/2022).
Dia melanjutkan, pada saat itu banyak cara yang diusulkan seperti menggunakan api, terompet hingga lonceng. Setelah melewati diskusi panjang akhirnya disepakatilah panggilan adzan dengan kalimat Assholatu Jami'ah.
"Banyak cara yang diusulkan seperti membakar api di atas gunung dan memakai terompet, ternyata setelah dipikirkan hal ini miripYahudi. Kemudian ada yang menawarkan untuk memakai lonceng, namun ada yang mengatakan itu miripNasrani. Akhirnya disepakatilah kita panggil adzan dengan kalimat Assholatu Jami'ah," katanya.