Keren, Pesantren Ini Pakai Energi Ramah Lingkungan Penuhi Kebutuhan Listrik
Muhajirin
Selasa, 16 Agustus 2022 - 14:41 WIB
Panel Surya di Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin di Desa Mantrianom, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (foto: rri.co.id)
Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin di Desa Mantrianom, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mengubah cahaya matahari menjadi listrikuntuk kebutuhan sehari-hari. Itu dilakukan menggunakan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pengadaan PLTS itu merupakan salah satu program yang tengah dijalankan pemerintah Jawa Tengah. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, berharap PLTS itu bisa mengurangi biaya listrik bagi pengasuh pondok pesantren.
Menurut Yasin, biaya listrik di lingkungan pesantren masih dirasa berat. Atas dasar itu, dia ingin pemanfaatan PLTS bisa dirasakan oleh masyarakat luas, seperti untuk pelaku UMKM, sekolah dan pondok pesantren. Terlebih, Indonesia terletak di garis khatulistiwa yang memiliki suplai panas matahari yang melimpah.
Baca Juga:Mengenang KH Mahfudz Syaubari, Kiai Saudagar Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan
“Manusia tidak bisa lepas dari kebutuhan matahari. Kita punya energi yang besar dan gratis. Ayo kita manfaatkan dengan maksimal. Kita dekatkan (PLTS) ini dengan pesantren, agar nantinya mereka bisa ikut mempelajari dan turut membantu masyarakat lainnya,” kata Yasin, dikutip laman Pemprov Jateng, Selasa (16/8/2022).
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Sujarwanto, mengatakan, saat ini Jateng menjadi salah satu provinsi yang mempelopori transisi penggunaan energi fosil menjadi energi baru terbarukan. Ini seiring upaya pemerintah Jateng yang giat mengampanyekan penggunaan energi baru terbarukan seperti PLTS.
“Kita punya tekad, Jateng Solar Provence, provinsi yang basis energinya banyak-banyak dari matahari. Kenapa ini duluan yang dicanangkan pimpinan kita di Jateng, karena matahari itu energi gratis,” ucap Sujarwanto.
Pengadaan PLTS itu merupakan salah satu program yang tengah dijalankan pemerintah Jawa Tengah. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, berharap PLTS itu bisa mengurangi biaya listrik bagi pengasuh pondok pesantren.
Menurut Yasin, biaya listrik di lingkungan pesantren masih dirasa berat. Atas dasar itu, dia ingin pemanfaatan PLTS bisa dirasakan oleh masyarakat luas, seperti untuk pelaku UMKM, sekolah dan pondok pesantren. Terlebih, Indonesia terletak di garis khatulistiwa yang memiliki suplai panas matahari yang melimpah.
Baca Juga:Mengenang KH Mahfudz Syaubari, Kiai Saudagar Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan
“Manusia tidak bisa lepas dari kebutuhan matahari. Kita punya energi yang besar dan gratis. Ayo kita manfaatkan dengan maksimal. Kita dekatkan (PLTS) ini dengan pesantren, agar nantinya mereka bisa ikut mempelajari dan turut membantu masyarakat lainnya,” kata Yasin, dikutip laman Pemprov Jateng, Selasa (16/8/2022).
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Sujarwanto, mengatakan, saat ini Jateng menjadi salah satu provinsi yang mempelopori transisi penggunaan energi fosil menjadi energi baru terbarukan. Ini seiring upaya pemerintah Jateng yang giat mengampanyekan penggunaan energi baru terbarukan seperti PLTS.
“Kita punya tekad, Jateng Solar Provence, provinsi yang basis energinya banyak-banyak dari matahari. Kenapa ini duluan yang dicanangkan pimpinan kita di Jateng, karena matahari itu energi gratis,” ucap Sujarwanto.