Kerajaan Dikooptasi Belanda, Pesantren Jadi Basis Massa Melawan Penjajah
Muhajirin
Rabu, 17 Agustus 2022 - 13:00 WIB
Pesantren Tegalsari jadi basis munculnya pemimpin Islam yang melawan penjajah (foto: istimewa)
Umat Islam terlebih kalangan santri memiliki andil yang besar dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Pesantren pun jadi basis konsolidasi massa melawan penjajah.
Sejarawan Muslim Dr. Tiar Anwar Bachtiar, menjelaskan, sejarah gerakan melawan kolonialisme penjajah di Nusantara lahir dari gerakan masyarakat. Berbeda dengan negara lain yang muncul dari elit.
“Kemerdekaan Indonesia itu kan inisiatif dari bawahnya (rakyat). Tidak seperti kemerdekaan suatu negara lain, seperti Malaysia. Malaysia itu kan, Inggris memberikan kemerdekaan kepada raja-raja. Artinya, itu hasil negosiasi para raja dengan Inggris, sampai lahirlah Malaysia,” kata Tiar kepada LANGIT7.ID, Selasa (16/8/2022).
Proses kemerdekaan Indonesia sekitar abad ke-19 unik dan berbeda dari negara-negara lain. Saat Indonesia berproses menuju kemerdekaan, peran elit yakni raja-raja sudah hilang. Tiar menyebut sekitar 80 persen peran raja sudah dari pergerakan nasional.
Baca Juga: Rektor INAIFAS: Pesantren Melawan Penjajah Sebab Tak Mau Budaya Sekuler Barat Hadir di Nusantara
Itu dikarenakan para elit politik kerajaan sudah dibawah kontrol kolonial Belanda. Memang masa itu masih ada kerajaan yang berdiri, seperti Mataram dan Yogyakarta. Tapi wilayah kekuasaan mereka diperkecil. Sementara, kerajaan-kerajaan kecil dihapuskan.
Sejarawan Muslim Dr. Tiar Anwar Bachtiar, menjelaskan, sejarah gerakan melawan kolonialisme penjajah di Nusantara lahir dari gerakan masyarakat. Berbeda dengan negara lain yang muncul dari elit.
“Kemerdekaan Indonesia itu kan inisiatif dari bawahnya (rakyat). Tidak seperti kemerdekaan suatu negara lain, seperti Malaysia. Malaysia itu kan, Inggris memberikan kemerdekaan kepada raja-raja. Artinya, itu hasil negosiasi para raja dengan Inggris, sampai lahirlah Malaysia,” kata Tiar kepada LANGIT7.ID, Selasa (16/8/2022).
Proses kemerdekaan Indonesia sekitar abad ke-19 unik dan berbeda dari negara-negara lain. Saat Indonesia berproses menuju kemerdekaan, peran elit yakni raja-raja sudah hilang. Tiar menyebut sekitar 80 persen peran raja sudah dari pergerakan nasional.
Baca Juga: Rektor INAIFAS: Pesantren Melawan Penjajah Sebab Tak Mau Budaya Sekuler Barat Hadir di Nusantara
Itu dikarenakan para elit politik kerajaan sudah dibawah kontrol kolonial Belanda. Memang masa itu masih ada kerajaan yang berdiri, seperti Mataram dan Yogyakarta. Tapi wilayah kekuasaan mereka diperkecil. Sementara, kerajaan-kerajaan kecil dihapuskan.