home edukasi & pesantren

Pergulatan Kelompok Islam dan Sekuler Pasca-Kemerdekaan

Rabu, 17 Agustus 2022 - 18:15 WIB
Sidang Konstituante tempat merumuskan konstitusi Indonesia di awal kemerdekaan (foto: phronesis)
Umat Islam memiliki peran yang besar dalam mewujudkan kemerdekaan dengan menjadi penggerak utama dalam melawan kolonialisme dengan gerakan jihad fisabilillah. Namun, setelah Indonesia merdeka, pelan-pelan peran umat Islam hendak dipinggirkan oleh kelompok sekuler.

Kaum sekuler ingin menerapkan nasionalisme ala Barat di Indonesia. Namun, itu tak berhasil karena ideologi Islam sudah lebih dulu mengakar di tengah masyarakat. Terlebih, umat Islam memegang peranan penting dalam perjuangan melawan Belanda. Hingga pada akhirnya, pergulatan Islam dan sekularisme mengerucut pada awal kemerdekaan.



Baca Juga: Sejarawan: Jihad Fisabilillah adalah Nasionalisme Islam Melawan Penjajah



“Setelah kemerdekaan Indonesia, maka kelompok sekularisme bertarung dengan kelompok Islam. Kelompok yang sekuler itu membawa gagasan nasionalisme, dan nasionalisme itu dari Barat. Di Eropa kan nasionalisme wajah lain dari sekularisme,” kata Sejarawan dari Persatuan Islam (Persis), Dr Tiar Anwar Bachtiar, kepada LANGIT7.ID, Rabu (17/8/2022).

Nasionalisme yang mengandung ideologi Islam itu hendak diberi warna tegas. Usulan kelompok Islam sangat sederhana, negara Indonesia harus berlandaskan Islam. Ada faktor sejarah yang memberi pengaruh besar, sehingga kelompok Islam sangat percaya diri mengusulkan itu di rapat-rapat kemerdekaan seperti BPUPKI.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sejarah tiar anwar bachtiar peran umat islam sekularisasi hut 77 ri
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya