Sabar, Mudah Diucapkan Namun Sulit Diamalkan
Andi Muhammad
Senin, 22 Agustus 2022 - 14:07 WIB
Sabar, Mudah Diucapkan Namun Sulit Diamalkan. Foto: Langit7.id/iStock.
Sabar merupakan kata yang mudah diucapkan namun terasa sulit ketika dilakukan. Dalam perkara sabar, anggota Dewan Tafkir PP Persis, Ustaz Luthfi Lukman Hakim mengatakan, sabar merupakan amalan yang sulit dilakukan bagi sebagian banyak orang.
"Masalah sabar ini kebanyakan di kita banyak beda paham, ketika sulit dipahami maka tidak bisa diamalkan, faktanya di kita ketika disebut sabar, sabar itu rata-rata bukan jadi obat tapi jadi penyakit," kata Ustaz Luthfi dikutip dalam ceramahnya di akun Persis TV Channel, Senin (22/8/2022).
Ustaz Lufthi menuturkan, perkara sabar tertulis dalam Al-Qur'an yang seharusnya sabar itu menjadi obat penyakit hati. Pada dasarnya, Allah menurunkan ketentuan dan mustahil tidak bisa diamalkan oleh hamba-Nya.
"Jadi rata-rata di kita sabar itu adalah menjadi penyakit tambahan masalah," ujarnya.
Baca Juga:Dukung Industri Halal, Ustadz Yusuf Martak: Jangan Alergi Syariah
Lanjutnya, ia menceritakan, bahwa Rasulullah SAW pun sempat dicaci oleh salah seorang ibu-ibu yang tengah berduka di kala sang buah hati pergi meninggalkan dunia. Kala itu Rasulullah SAW mencoba menenangkan hati dari ibu tersebut dengan melontarkan kata sabar.
"Nabi melewat ke kuburan kemudian nabi mengingatkan ibu-ibu itu, kata nabi ibu bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. Mendengar ungkapan itu kemudian ibu-ibu itu malah ngomelin nabi dan bilang 'anda tidak merasakan apa yang saya alami'," ujarnya.
"Masalah sabar ini kebanyakan di kita banyak beda paham, ketika sulit dipahami maka tidak bisa diamalkan, faktanya di kita ketika disebut sabar, sabar itu rata-rata bukan jadi obat tapi jadi penyakit," kata Ustaz Luthfi dikutip dalam ceramahnya di akun Persis TV Channel, Senin (22/8/2022).
Ustaz Lufthi menuturkan, perkara sabar tertulis dalam Al-Qur'an yang seharusnya sabar itu menjadi obat penyakit hati. Pada dasarnya, Allah menurunkan ketentuan dan mustahil tidak bisa diamalkan oleh hamba-Nya.
"Jadi rata-rata di kita sabar itu adalah menjadi penyakit tambahan masalah," ujarnya.
Baca Juga:Dukung Industri Halal, Ustadz Yusuf Martak: Jangan Alergi Syariah
Lanjutnya, ia menceritakan, bahwa Rasulullah SAW pun sempat dicaci oleh salah seorang ibu-ibu yang tengah berduka di kala sang buah hati pergi meninggalkan dunia. Kala itu Rasulullah SAW mencoba menenangkan hati dari ibu tersebut dengan melontarkan kata sabar.
"Nabi melewat ke kuburan kemudian nabi mengingatkan ibu-ibu itu, kata nabi ibu bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. Mendengar ungkapan itu kemudian ibu-ibu itu malah ngomelin nabi dan bilang 'anda tidak merasakan apa yang saya alami'," ujarnya.