Tafsir Al-Hajj Ayat 1: Takwa dan Peringatan Terjadinya Kiamat
Andi Muhammad
Rabu, 24 Agustus 2022 - 06:00 WIB
Tafsir Al-Hajj Ayat 1: Takwa dan Peringatan Terjadinya Kiamat. Foto: Langit7.id/iStock.
Takwa merupakan sikap taat kepada Allah SWT dan mau meninggalkan maksiat karena takut akan siksa-Nya. Bertakwa kepada Allah dilakukan dengan cara melaksanakan ibadah-ibadah wajib dalam Islam.
Ketakwaan kita kepada Allah SWT merupakan amalan yang akan menjadi penentu di hari akhir nanti. Apabila kita rajin menunaikan ibadah wajib, sunnah, dan menjauhi larangan-Nya, Insya Allah kita akan selamat di hari akhir kelak.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Hajj ayat 1:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ
Artinya: Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
Dalam tafsir as-Sa'di, Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di mengatakan, Allah mengajak bicara seluruh umat manusia, supaya mereka bertakwa kepada-Nya yang telah merawat mereka dengan beragam kenikmatan, yang terlihat maupun tidak. Sepantasnya mereka takut kepada-Nya, dengan cara meninggalkan praktik syirik, perbuatan-perbuatan fasik serta maksiat, dan menaati perintah-perintah-Nya, sesuai dengan kemampuan mereka.
Baca Juga:Tafsir Al-Maidah Ayat 6: Islam Tempatkan Kesucian sebagai Perhatian
Ketakwaan kita kepada Allah SWT merupakan amalan yang akan menjadi penentu di hari akhir nanti. Apabila kita rajin menunaikan ibadah wajib, sunnah, dan menjauhi larangan-Nya, Insya Allah kita akan selamat di hari akhir kelak.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Hajj ayat 1:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ
Artinya: Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
Dalam tafsir as-Sa'di, Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di mengatakan, Allah mengajak bicara seluruh umat manusia, supaya mereka bertakwa kepada-Nya yang telah merawat mereka dengan beragam kenikmatan, yang terlihat maupun tidak. Sepantasnya mereka takut kepada-Nya, dengan cara meninggalkan praktik syirik, perbuatan-perbuatan fasik serta maksiat, dan menaati perintah-perintah-Nya, sesuai dengan kemampuan mereka.
Baca Juga:Tafsir Al-Maidah Ayat 6: Islam Tempatkan Kesucian sebagai Perhatian