home global news

Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Ganggu Sejumlah Proyeksi Ekonomi

Jum'at, 26 Agustus 2022 - 20:50 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Thohir menilai rencana pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertalite dan Solar belum perlu dilakukan. Kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih bisa menyebabkan dampak yang jauh lebih serius ketika BBM dinaikkan.

"Tidak baik kondisi saat ini (pemerintah) menaikkan harga BBM, rakyat belum pulih secara ekonomi. Lalu kalau pemerintah menaikan BBM pasti ekonomi rakyat yang baru membaik tersebut akan jatuh lagi. Pada akhirnya ekonomi semakin berat," kata Hafisz kepada wartawan, dikutip Jumat (26/8/2022).

Baca Juga:Demokrat DKI Jakarta Tolak Rencana Kenaikan BBM Bersubsidi

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan jika kenaikan harga BBM dilakukan, maka akan berdampak pada distorsi sejumlah proyeksi ekonomi yang cukup dalam. Menurutnya, jika ekonomi menjadi berat, maka transaksi/perdagangan akan terkontraksi.

"Kalau kontraksi maka target ekonomi akan tidak tercapai, kalau target tidak tercapai maka penerimaan negara akan turun (tidak tercapai pula). Sehingga ini menjadikan kenaikan BBM menjadi sia-sia belaka. Upaya yang sia-sia," ujar Hafisz.

Hafisz menilai kenaikan harga ini menciderai amanat Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang berbunyi; "Semua yang ada didalam dan diatas bumi dan segala sesuatunya dikuasai oleh negara utk dipergunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan dan kemakmuran rakyat". Dia pun mengaku heran jika Menteri Keuangan RI 'ngotot' minta harga BBM dinaikkan, di saat rate/harga ICP di pasaran dunia sedang turun.

Baca Juga:DPD Ungkap BBM Subsidi Akan Naik Dalam Waktu Dekat
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bbm kenaikan harga dpr ri achmad hafisz thohir pertalite
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya