Strategi Hadapi Pemikiran Sesat Agnostisisme dan Ateisme
Muhajirin
Senin, 29 Agustus 2022 - 23:00 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nasir menyampaikan strategi melawan isme-isme sesat yang berasal dari pemikiran Barat. Dunia Barat era modern memiliki serpihan wajah ekstrim anti-Tuhan dan agama.
Saat era pencerahan pada Abad ke-17 di Barat, lahir humanisme sekuler yang ingin mengganti era teisme dengan ateisme dan menggeser agama dengan agnostisisme. Tren itu menyebar dan berkembang ke segala penjuru dunia.
Bagi orang Barat, kata Haedar, agama punya dosa. Banyak praktik-praktik manipulasi atas nama Tuhan dan agama. Lalu, agama juga tidak memberikan perspektif baru untuk hidup di zama baru.
"Nah, ternyata arus ini terus hidup di negara-negara muslim yang pandangan tauhidnya tidak bisa mencegah pandangan ateisme dan agnostisisme," kata Haedar dalam acara pembukaan Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, dikutip Senin (29/8/2022).
Menurut Haedar, tren pemikiran agnostisisme dan ateisme telah masuk pada pemuda-pemuda muslim di Timur Tengah. Bahkan, tren pemikiran itu sudah masuk ke Tanah Air.
Menurut Haedar, pada awal reformasi sekitar satu persen secara terbuka mengatakan anti-Tuhan. Hingga Januari 2014, terdapat 961 orang mengaku ateis, yang terdaftar di Atheist Alliance International. Jumlah itu terus bertambah setiap tahun.
Haedar lalu menyampaikan beberapa cara untuk melawan pemikiran tersebut. Cara mengantisipasi pemikiran sesat itu sebenarnya sudah dirumuskan dalam dokumen Keputusan Muktamar Seabad Muhammadiyah pada 2010.
Saat era pencerahan pada Abad ke-17 di Barat, lahir humanisme sekuler yang ingin mengganti era teisme dengan ateisme dan menggeser agama dengan agnostisisme. Tren itu menyebar dan berkembang ke segala penjuru dunia.
Bagi orang Barat, kata Haedar, agama punya dosa. Banyak praktik-praktik manipulasi atas nama Tuhan dan agama. Lalu, agama juga tidak memberikan perspektif baru untuk hidup di zama baru.
"Nah, ternyata arus ini terus hidup di negara-negara muslim yang pandangan tauhidnya tidak bisa mencegah pandangan ateisme dan agnostisisme," kata Haedar dalam acara pembukaan Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, dikutip Senin (29/8/2022).
Menurut Haedar, tren pemikiran agnostisisme dan ateisme telah masuk pada pemuda-pemuda muslim di Timur Tengah. Bahkan, tren pemikiran itu sudah masuk ke Tanah Air.
Menurut Haedar, pada awal reformasi sekitar satu persen secara terbuka mengatakan anti-Tuhan. Hingga Januari 2014, terdapat 961 orang mengaku ateis, yang terdaftar di Atheist Alliance International. Jumlah itu terus bertambah setiap tahun.
Haedar lalu menyampaikan beberapa cara untuk melawan pemikiran tersebut. Cara mengantisipasi pemikiran sesat itu sebenarnya sudah dirumuskan dalam dokumen Keputusan Muktamar Seabad Muhammadiyah pada 2010.