Khazanah Islam di Nusantara
Alasan Walisongo Dakwahkan Islam di Jawa Lewat Budaya
Muhajirin
Kamis, 01 September 2022 - 15:00 WIB
Masjid Menara Kudus, salah satu peninggalan Wali Songo (foto: wikipedia)
Salah satu kehebatan Walisongo dalam mendakwahkan Islam di tanah Jawa adalah menyebarkan Islam secara damailewat kebudayaan tanpa peperangan. Hal itu memungkinkan dilakukan sebab Walisongo memiliki maqam spiritual yang tinggi mengalahkan spiritualitas Jawa yang sudah eksis sebelumnya.
Menurut Budayawan Irfan Afifi, sebelum para wali menyebarkan Islam, sudah ada peradaban spiritual yang berkembang di tengah masyarakat. Irfan menyebut masyarakat setempat bukanlah orang bodoh yang sering dianggap sebagai penganut animisme.
Dalam Al-Qur’an Surah Yunus ayat 47 disebutkan bahwa Allah mengutus nabi dan rasul ke setiap umat. Menurut Irfan, tidak menutup kemungkinan ada nabi dan rasul yang pernah diutus di tengah masyarakat Jawa sebelum Nabi Muhammad diutus.
Itu bisa terlihat dari peradaban spiritual yang sudah terbentuk sebelum kedatangan para wali. Di sisi lain, para wali itu menyebarkan Islam menggunakan pendekatan kearifan lokal. Itu karena, masyarakat sudah punya peradaban, tinggal dipoles agar sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
Baca Juga:Budayawan: Islam dan Budaya Jawa Tidak Terpisahkan
Pada era wali, kertas juga belum ada. Jadi, tidak perlu membayangkan para wali itu menyebarkan Islam seperti hari ini dengan mengajarkan teks dalil atau melalui tabligh akbar seperti sekarang.
“Zaman itu belum ada kertas, njenengan bayangin zaman para wali. Gimana caranya mengajarkan Islam, kertas tidak ada, budaya teks belum ada” kata Irfan saat berbincang dengan LANGIT7.ID di Bantul, Selasa (30/8/2022).
Menurut Budayawan Irfan Afifi, sebelum para wali menyebarkan Islam, sudah ada peradaban spiritual yang berkembang di tengah masyarakat. Irfan menyebut masyarakat setempat bukanlah orang bodoh yang sering dianggap sebagai penganut animisme.
Dalam Al-Qur’an Surah Yunus ayat 47 disebutkan bahwa Allah mengutus nabi dan rasul ke setiap umat. Menurut Irfan, tidak menutup kemungkinan ada nabi dan rasul yang pernah diutus di tengah masyarakat Jawa sebelum Nabi Muhammad diutus.
Itu bisa terlihat dari peradaban spiritual yang sudah terbentuk sebelum kedatangan para wali. Di sisi lain, para wali itu menyebarkan Islam menggunakan pendekatan kearifan lokal. Itu karena, masyarakat sudah punya peradaban, tinggal dipoles agar sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
Baca Juga:Budayawan: Islam dan Budaya Jawa Tidak Terpisahkan
Pada era wali, kertas juga belum ada. Jadi, tidak perlu membayangkan para wali itu menyebarkan Islam seperti hari ini dengan mengajarkan teks dalil atau melalui tabligh akbar seperti sekarang.
“Zaman itu belum ada kertas, njenengan bayangin zaman para wali. Gimana caranya mengajarkan Islam, kertas tidak ada, budaya teks belum ada” kata Irfan saat berbincang dengan LANGIT7.ID di Bantul, Selasa (30/8/2022).