Lahirkan Pelaku Peradaban, Landasi Pendidikan dengan Akhlak dan Kerahmatan
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 03 September 2022 - 08:01 WIB
Ilustrasi pendidik mengajar di sebuah kelas. Foto: LANGIT7/iStock
Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. KH. Haedar Nashir memiliki harapan lembaga pendidikan di Indonesia dapat melahirkan insan muslim yang menjadi pelaku peradaban.
Agar mencapai tujuan tersebut,Muhammadiyah, sebagai pelopor pendidikan Islam menapaki jejak KH Ahmad Dahlan dengan membangun institusi pendidikan secara holistik.
Baca juga: Haedar Nashir: Multukuralisme Berbeda dengan Bhinneka Tunggal Ika
Artinya, pendidikan tidak hanya membangun kesadaran akan keberadaan Tuhan, namun juga peka terhadap masalah-masalah manusia dan lingkungannya.
"Pendidikan Muhammadiyah itu berkarakter profetik yang berakar dari kerisalahan Nabi Saw dengan dua substansi penting," kata Haedar dikutip dari laman Muhammadiyah, Sabtu (3/9/2022).
Dia menjelaskan, substansi pertama yaitu membangun peradaban dan keadaban. Saat Nabi membangun masyarakat Madinah Al-Munawarah, upaya yang dilakukannya ialah membangun akhlak terlebih dahulu yang tidak hanya terkait norma baik-buruk individu namun harus menjadi etika kehidupan publik.
"Dengan akhlak inilah Islam berjaya dalam tempo yang relatif singkat," lanjutnya.
Agar mencapai tujuan tersebut,Muhammadiyah, sebagai pelopor pendidikan Islam menapaki jejak KH Ahmad Dahlan dengan membangun institusi pendidikan secara holistik.
Baca juga: Haedar Nashir: Multukuralisme Berbeda dengan Bhinneka Tunggal Ika
Artinya, pendidikan tidak hanya membangun kesadaran akan keberadaan Tuhan, namun juga peka terhadap masalah-masalah manusia dan lingkungannya.
"Pendidikan Muhammadiyah itu berkarakter profetik yang berakar dari kerisalahan Nabi Saw dengan dua substansi penting," kata Haedar dikutip dari laman Muhammadiyah, Sabtu (3/9/2022).
Dia menjelaskan, substansi pertama yaitu membangun peradaban dan keadaban. Saat Nabi membangun masyarakat Madinah Al-Munawarah, upaya yang dilakukannya ialah membangun akhlak terlebih dahulu yang tidak hanya terkait norma baik-buruk individu namun harus menjadi etika kehidupan publik.
"Dengan akhlak inilah Islam berjaya dalam tempo yang relatif singkat," lanjutnya.