Kroasia Bakal Punya Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Sisak
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 06 September 2022 - 11:02 WIB
Pemandangan Kota Sisak, Kroasia dari atas. Foto: Langit7/iStock.
Kroasia akan meresmikan masjid ramah lingkungan dan pusat Islam di Kota Sisak, Kamis (8/9/2022) besok. Melansir dari The Mayor, masjid pertama di wilayah itu akan diresmikan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Selain itu, rumah ibadah umat Islam ini akan menjadi fasilitas keagamaan terbesar ketiga bagi umat Islam di negara ini, setelah yang ada di Zagreb dan Rijeka.
Baca juga: Masjid Istiqlal Raih Sertifikat Green Building EDGE
Keistimewaan masjid di Sisak ini terletak pada efisiensi energinya. Tak heran bila digambarkan sebagai masjid ramah lingkungan pertama di bagan Eropa ini. Masjid ini memiliki pompa panas, panel surya di atap dan pembangkit fotovoltaik 30 kilowatt jam, di atas lampu LED hemat energi.
Imam Sisak, Alem Crnki mengaku senang karena masjid ini memiliki aspek ekologis.
"Umat manusia mendapatkan banyak peringatan tentang sejauh mana ia adalah musuhnya sendiri dan bagaimana ia akan menghancurkan dirinya sendiri jika tidak memikirkan lingkungan," lanjutnya.
Ide pembangunan masjid ini sendiri, terang Crnki, sudah ada sejak 50 tahun lalu dan menjadi impian muslim di sana. Masjid ini diharapkan dapat melayani lebih dari 4.000 orang di daerah itu.
Selain itu, rumah ibadah umat Islam ini akan menjadi fasilitas keagamaan terbesar ketiga bagi umat Islam di negara ini, setelah yang ada di Zagreb dan Rijeka.
Baca juga: Masjid Istiqlal Raih Sertifikat Green Building EDGE
Keistimewaan masjid di Sisak ini terletak pada efisiensi energinya. Tak heran bila digambarkan sebagai masjid ramah lingkungan pertama di bagan Eropa ini. Masjid ini memiliki pompa panas, panel surya di atap dan pembangkit fotovoltaik 30 kilowatt jam, di atas lampu LED hemat energi.
Imam Sisak, Alem Crnki mengaku senang karena masjid ini memiliki aspek ekologis.
"Umat manusia mendapatkan banyak peringatan tentang sejauh mana ia adalah musuhnya sendiri dan bagaimana ia akan menghancurkan dirinya sendiri jika tidak memikirkan lingkungan," lanjutnya.
Ide pembangunan masjid ini sendiri, terang Crnki, sudah ada sejak 50 tahun lalu dan menjadi impian muslim di sana. Masjid ini diharapkan dapat melayani lebih dari 4.000 orang di daerah itu.