LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Istiqlal Jakarta mendapatkan sertifikat final sistem Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) dari International Finance Corporation (IFC). Masjid yang direnovasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini menjadi tempat ibadah pertama di dunia yang mendapatkan sertifikat pengakuan atas penerapan prinsip-prinsip bangunan hijau (
green building) dalam rangka penghematan energi dan keberlanjutan lingkungan.
Direktur Jenderal Cipta Karya
Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti mengatakan pelaksanaan renovasi Masjid Istiqlal seluas 109.547 m2 menerapkan prinsip bangunan gedung hijau. Renovasi dilakukan dengan menerapkan fitur penghematan dengan meningkatkan fungsi desain pasif hemat energi.
Baca Juga: Istiqlal Dinobatkan Sebagai Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Dunia"Hal ini telah didesain sejak
Masjid Istiqlal berdiri melalui pemugaran eksterior dan interior bangunan, penggunaan sistem penghawaan (Air Conditioner) yang sangat hemat energi, penggunaan lampu hemat energi berbasis LED, penerapan smart building, serta pemasangan solar panel yang memberikan kontribusi 13% dari konsumsi listrik bangunan," kata Diana dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (8/4/2022).
Dalam proses renovasi, lanjut Diana, juga dilakukan upaya penghematan air dengan penggantian keran wudhu yang lebih hemat air. Selain itu, penggunaan WC dengan dual flush, keran washtafel dan urinal yang hemat air.
"Untuk penghematan material dilakukan dengan mempertahankan material sebagai bangunan cagar budaya pada fungsi struktur, interior, dan eksterior bangunan dengan mengaplikasikan teknologi terkini pada bangunan. Secara umum, Masjid Istiqlal ini dapat menghemat sebesar 476,22 ton karbondioksida per-tahun," ujar Diana.
Baca Juga: Istiqlal Masjid Ramah Lingkungan Pertama di DuniaKe depannya, Diana berharap dengan pencapaian efisiensi energi, air dan material tersebut dapat memudahkan pengelolaan dan pemeliharaan Masjid Istiqlal. "Saya juga berharap, penerapan prinsip ramah lingkungan pada Masjid Istiqlal ini dapat menjadi best practice bagi bangunan gedung lain di Indonesia dan dapat menginspirasi para pelaku di dunia konstruksi," tutur Diana.
Sementara itu, Country Manager IFC untuk Indonesia dan Timor-Leste, Azam Khan mengatakan proyek di Masjid Istiqlal merupakan contoh yang dapat dicapai apabila semua bekerja sama dalam upaya melawan krisis iklim. Sebagaimana diketahui krisis iklim menjadi salah satu tantangan terbesar saat ini.
"Perubahan iklim mengancam kehidupan dan mata pencaharian serta memperlambat kemajuan dari upaya pengentasan kemiskinan terutama di tengah meningkatnya intensitas bencana terkait iklim yang terjadi, termasuk di Indonesia," ucap Azam.
Sebagai informasi, pada tahun 2019-2020, Kementerian PUPR melaksanakan pekerjaan renovasi Masjid Istiqlal dengan masa waktu pelaksanaan 424 hari yang dimulai pada 16 Mei 2019 dan diselesaikan pada tanggal 13 Juli 2020. Renovasi yang menghabiskan biaya Rp511,3 miliar ini melibatkan PT. Waskita Karya selaku kontraktor pelaksana, dan PT. Virama Karya sebagai konsultan manajemen konstruksi.
Baca Juga:
Bukber dan Tarawih di Masjid Istiqlal Diadakan Lagi Tahun Ini
Alat Pembersih Lantai Masjid Istiqlal Terinspirasi dari Masjidil Haram(asf)