LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Istiqlal, Jakarta menjadi masjid pertama di dunia yang mendapat Sertifikat Final dari sistem
Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE). Masjid terbesar di Asia Tenggara ini dinilai berkontribusi dalam menurunkan jejak karbon lewat konsep pembangunan hijau (green building).
EDGE sendiri adalah adalah sistem sertifikasi bangunan ramah lingkungan untuk pasar negara berkembang. EDGE merupakan inovasi
International Finance Corporation (IFC)-anggota Grup Bank Dunia untuk mendorong green building di 125 pasar negara berkembang.
Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI),
Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia bermitra dengan IFC telah merenovasi beberapa bagian dari Masjid Istiqlal dengan menambahkan sejumlah teknologi ramah lingkungan.
Baca Juga: Masjidil Haram Buka 80 Ruang Shalat Baru Selama RamadhanUpaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan energi dari bangunan ikonik tersebut. Pekerjaan yang dilakukan di Masjid Istiqlal ini tidak hanya dilihat sebagai respon terhadap upaya memerangi perubahan iklim, tetapi juga sebagai contoh yang akan mendorong penerapan praktik desain bangunan hijau di Indonesia dan di tempat lain.
"Penting bagi umat Islam untuk mewujudkan Masjid Hijau yang ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas ibadah serta meneladani ajaran Rasulullah yang sangat peduli terhadap alam,” kata Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar, dikutip Kamis (7/4/2022).
Kini, Masjid Istiqlal dilengkapi dengan cat reflektif pada atap dan dinding bagian luar, pencahayaan hemat energi di bagian dalam, teras, dan halaman, pengukur energi pintar serta panel surya yang akan mencakup lebih dari 13 persen konsumsi listrik. Lewat fitur ini, Masjid Istiqlal akan mampu menghemat energi hingga 23 persen.
Baca Juga: Kerja Sama dengan UKM, Istiqlal Sediakan Ribuan Paket Berbuka Fitur lainnya adalah penggunaan keran air beraliran rendah, pengolahan, dan daur ulang air buangan serta langkah-langkah efisiensi lainnya. Secara keseluruhan konsumsi air akan berkurang sebanyak 36 persen.
“Oleh sebab itu, pembangunan kembali dan merevitalisasi peran Masjid sebagai pusat pencerahan pelestarian lingkungan menjadi salah satu prioritas kami," ujar Nasaruddin.
Selain sertifikasi Final dari EDGE, Masjid Istiqlal juga menjalani penilaian Greenship dari GBC Indonesia dan telah mendapatkan predikat Ecomasjid dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). GBC Indonesia mengapresiasi pencapaian luar biasa Masjid Istiqlal yang menjadi bangunan keagamaan pertama yang mendapatkan sertifikasi final dari EDGE.
Baca Juga: Golongan Merugi di Bulan Ramadhan, Hanya Dapat Lapar dan Haus "Masjid Istiqlal dibangun sebagai simbol kebesaran masyarakat Islam di Indonesia, dan merupakan representasi dari penghormatan mereka yang luar biasa kepada Allah SWT, masyarakat, dan alam. Kami berharap dapat melihat inisiatif ini direplikasi sebagai bagian dari upaya kolektif melindungi lingkungan dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan,” kata Ketua GBC Indonesia, Iwan Prijanto.
(zhd)