5 Kearifan bagi Pendidik dan Santri dari Trimurti Pendiri Gontor
Fajar adhitya
Selasa, 06 September 2022 - 19:07 WIB
Pondok Modern Darussalam Gontor (foto: gontor.ac.id)
Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur merupakan salah satu pesantren terbesar di Indonesia. Pesantren Modern Gontor didirikan oleh KH Ahmad Sahal, KH Zainudin Fananie, dan KH Imam Zarkasy.
Pesantren Gontor terkenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat. Pondok Gontor memiliki daya tarik ilmiah yang selalu menarik diperbincangkan dari berbagai sisi.
Win Usuludin dalam buku Sintesis Pendidikan Islam Asia-Afrika: Perpektif Pemikiran Pembaharuan Pendidikan Menurut KH Imam Zarkasy (Paradigma Yogyakarta: 2022) menyatakan, menulis Pondok Gontor sama menariknya dengan menulis etnografi sebuah komunitas etnis tertentu. Hal ini disebabkan, selain deskripsi kehidupan dan pemikiran para pendirinya, Gontor juga memiliki daya tarik lain seperti seluk beluk, suka duka, atau kehidupan para santri.
Baca juga:Menelusuri Jejak Jalur Dakwah Pendiri Gontor di Palembang dan Sumbagsel
Gontor seperti mata air yang tak pernah kering. Banyak kearifan-kearifan yang diwariskan para Trimurti Gontoryang diingat dan diamalkan para santrinya. Gontor memiliki kekhasan dalam mendidik karakter santrinya.
Gontor secara eksplisit dan insentif membangun jiwa-jiwa pesantren di hati para santri. Gontor menanamkan secara mendalam karakter manusia ikhlas, sederhana, mandiri, persaudaraan, dan kebebasan dalam berpikir.
Baca juga:Tegalsari dan Gontor Sebagai Muara Kepemimpinan Nasional (1)
Pesantren Gontor terkenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat. Pondok Gontor memiliki daya tarik ilmiah yang selalu menarik diperbincangkan dari berbagai sisi.
Win Usuludin dalam buku Sintesis Pendidikan Islam Asia-Afrika: Perpektif Pemikiran Pembaharuan Pendidikan Menurut KH Imam Zarkasy (Paradigma Yogyakarta: 2022) menyatakan, menulis Pondok Gontor sama menariknya dengan menulis etnografi sebuah komunitas etnis tertentu. Hal ini disebabkan, selain deskripsi kehidupan dan pemikiran para pendirinya, Gontor juga memiliki daya tarik lain seperti seluk beluk, suka duka, atau kehidupan para santri.
Baca juga:Menelusuri Jejak Jalur Dakwah Pendiri Gontor di Palembang dan Sumbagsel
Gontor seperti mata air yang tak pernah kering. Banyak kearifan-kearifan yang diwariskan para Trimurti Gontoryang diingat dan diamalkan para santrinya. Gontor memiliki kekhasan dalam mendidik karakter santrinya.
Gontor secara eksplisit dan insentif membangun jiwa-jiwa pesantren di hati para santri. Gontor menanamkan secara mendalam karakter manusia ikhlas, sederhana, mandiri, persaudaraan, dan kebebasan dalam berpikir.
Baca juga:Tegalsari dan Gontor Sebagai Muara Kepemimpinan Nasional (1)