Pengendalian Emosi Remaja Butuh Peran Orang Tua dan Sekolah
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 07 September 2022 - 16:28 WIB
Ilustrasi seorang remaja yang terlihat emosi. Foto: LANGIT7/iStock
Emosi sangat berpengaruh dengan tindakan yang diambil oleh seseorang. Maka itu, ketika emosinya negatif seperti marah, hal tersebut akan membawa ke perbuatan buruk.
Bagi remaja dengan kondisi kejiwaan emosi labil, jika tak mampu mengendalikannya bisa memunculkan dampak buruk. Karena itu, hendaknya seorang remaja diajarkan untuk mengendalikan emosi negatif.
Menurut Psikolog Anak, Remaja & Keluarga, Jovita Maria Ferliana pengendalian emosi pada remaja membutuhkan peran orang tua maupun sekolah.
Baca juga: Manfaat Kontrol Emosi, Belajar dari Arogansi Pengemudi Pajero Sport
Beberapa cara di antaranyaadalah melalui edukasiberbentuk program-program sekolah. Kemudian jika di rumah, orang tua hendaknya memiliki waktu berinteraksi dengan anak.
"Orang tua juga melakukan perilaku-perilaku modeling kepada anak bahwa pengendalian diri adalah bagian yang menjadi tanggung jawab seseorang saat dia berinteraksi dengan lingkungannya," kata Jovi kepada Langit7, Rabu (7/9/2022).
Dia mencontohkan dengan permintaan maaf saat orang tua melakukan kesalahan. Perilaku orang tua ini kemudian bisa menjadi contoh bagi anak untuk mengendalikan diri.
Bagi remaja dengan kondisi kejiwaan emosi labil, jika tak mampu mengendalikannya bisa memunculkan dampak buruk. Karena itu, hendaknya seorang remaja diajarkan untuk mengendalikan emosi negatif.
Menurut Psikolog Anak, Remaja & Keluarga, Jovita Maria Ferliana pengendalian emosi pada remaja membutuhkan peran orang tua maupun sekolah.
Baca juga: Manfaat Kontrol Emosi, Belajar dari Arogansi Pengemudi Pajero Sport
Beberapa cara di antaranyaadalah melalui edukasiberbentuk program-program sekolah. Kemudian jika di rumah, orang tua hendaknya memiliki waktu berinteraksi dengan anak.
"Orang tua juga melakukan perilaku-perilaku modeling kepada anak bahwa pengendalian diri adalah bagian yang menjadi tanggung jawab seseorang saat dia berinteraksi dengan lingkungannya," kata Jovi kepada Langit7, Rabu (7/9/2022).
Dia mencontohkan dengan permintaan maaf saat orang tua melakukan kesalahan. Perilaku orang tua ini kemudian bisa menjadi contoh bagi anak untuk mengendalikan diri.