Makna Surat Al-Kafirun, Larangan Meniru Kaum Non-Muslim
Mahmuda attar hussein
Kamis, 08 September 2022 - 15:00 WIB
Ilustrasi membaca ayat Al Quran. (Foto: iStock).
Makna surat Al-Kafirun tidak diamalkan secara utuh sebagian umat Islam. Masih banyak yang meniru ritual, apalagi kebiasaan kaum non-Muslim karena toleransi.
Kondisi ini terjadi di Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Bogor belum lama ini. Banyak masyarakat orang-orang Islam yang ikut dalam ritual pemakaman kaum non-muslim.
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, turunnya surat Al-Kafirun karena pada saat itu kaum kafir quraisy meminta Nabi Muhammad SAW untuk melakukan ritual peribadatan mereka.
Baca Juga: Warga Pamijahan Ikut Ritual Pemakaman Agama Lain, Viral di Medsos
"Kaum kafir quraisy mengajak Nabi Muhammad SAW untuk bernegosiasi. Mereka berjanji akan melakukan ritual keagaaman yang dilakukan Rasulullah selama sehari penuh, dengan syarat Rasulullah dan kaum muslimin juga melakukan ritual peribadatan mereka sehari penuh," kata Khalid dalam kutipan ceramahnya, Kamis (8/6/2022).
Melanjutkan kisah tersebut, Khalid mengatakan, bahwasannya Nabi SAW menolak ajakan kaum kafir itu. Lantas, mereka tetap melanjutkan negosiasinya dengan berjanji akan melakukan ritual peribadatan Nabi SAW selama sepekan, dengan syarat Rasulullah mengikuti ritual keagamaan mereka selama sehari.
"Dilanjutkan terus sampai mereka mengatakan akan mengikuti ibadah Nabi SAW selama sebulan penuh, asalkan Nabi mengikuti mereka selama satu hari."
Kondisi ini terjadi di Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Bogor belum lama ini. Banyak masyarakat orang-orang Islam yang ikut dalam ritual pemakaman kaum non-muslim.
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, turunnya surat Al-Kafirun karena pada saat itu kaum kafir quraisy meminta Nabi Muhammad SAW untuk melakukan ritual peribadatan mereka.
Baca Juga: Warga Pamijahan Ikut Ritual Pemakaman Agama Lain, Viral di Medsos
"Kaum kafir quraisy mengajak Nabi Muhammad SAW untuk bernegosiasi. Mereka berjanji akan melakukan ritual keagaaman yang dilakukan Rasulullah selama sehari penuh, dengan syarat Rasulullah dan kaum muslimin juga melakukan ritual peribadatan mereka sehari penuh," kata Khalid dalam kutipan ceramahnya, Kamis (8/6/2022).
Melanjutkan kisah tersebut, Khalid mengatakan, bahwasannya Nabi SAW menolak ajakan kaum kafir itu. Lantas, mereka tetap melanjutkan negosiasinya dengan berjanji akan melakukan ritual peribadatan Nabi SAW selama sepekan, dengan syarat Rasulullah mengikuti ritual keagamaan mereka selama sehari.
"Dilanjutkan terus sampai mereka mengatakan akan mengikuti ibadah Nabi SAW selama sebulan penuh, asalkan Nabi mengikuti mereka selama satu hari."