Kisah Fransisca Monica, Mantan Aktivis Gereja Kini Mantap Berislam
Ummu hani
Jum'at, 09 September 2022 - 04:00 WIB
Fransisca Monica, Mantan Aktivis Gereja Kini Mantap Berislam. Foto: Tangkapan layar Youtube.
Berpindah keyakinan merupakan keputusan besar bagi seseorang. Mereka yang memeluk agama baru biasanya melewati perjalanan spiritual panjang dan mendalam.
Seperti kisah Fransisca Monica, mantan aktivis gereja yang kini yakin untuk memeluk Islam. Dulu, ia merupakan guru sekolah minggu di sebuah gereja yang memiliki keinginan untuk menyampaikan kebenaran.
"Sejak saya sekolah dulu pernah jadi guru sekolah minggu, saya ingin menyampaikan sebuah kebenaran. Karena keyakinan saya dulu menyatakan asal kamu percaya Yesus mati di kayu salib, maka dosamu akan diampuni," ujar Fransisca, mengutip dari kanal YouTube Dondy Tan, Jumat (10/8/2022) pagi.
"Saya ingin semua orang tahu kebenaran yang sesederhana itu," imbuhnya.
Baca Juga:Komitmen dalam Dakwah, Pak Yo Buka Bimbel Gratis di Klaten
Fransisca menyatakan, dia kerap kasihan melihat teman-temannya yang Muslim karena tidak memahami kebenaran tentang kepercayaannya dahulu.
"Ketika saya mengerti tentang agama Kristen, suka kasian sama teman saya yang muslim. Sudah ibadah capek-capek belum tentu masuk surga, itu yang membuat saya ingin menjadi guru sekolah minggu," tuturnya.
Seperti kisah Fransisca Monica, mantan aktivis gereja yang kini yakin untuk memeluk Islam. Dulu, ia merupakan guru sekolah minggu di sebuah gereja yang memiliki keinginan untuk menyampaikan kebenaran.
"Sejak saya sekolah dulu pernah jadi guru sekolah minggu, saya ingin menyampaikan sebuah kebenaran. Karena keyakinan saya dulu menyatakan asal kamu percaya Yesus mati di kayu salib, maka dosamu akan diampuni," ujar Fransisca, mengutip dari kanal YouTube Dondy Tan, Jumat (10/8/2022) pagi.
"Saya ingin semua orang tahu kebenaran yang sesederhana itu," imbuhnya.
Baca Juga:Komitmen dalam Dakwah, Pak Yo Buka Bimbel Gratis di Klaten
Fransisca menyatakan, dia kerap kasihan melihat teman-temannya yang Muslim karena tidak memahami kebenaran tentang kepercayaannya dahulu.
"Ketika saya mengerti tentang agama Kristen, suka kasian sama teman saya yang muslim. Sudah ibadah capek-capek belum tentu masuk surga, itu yang membuat saya ingin menjadi guru sekolah minggu," tuturnya.