LANGIT7.ID, Jakarta - Berpindah keyakinan merupakan keputusan besar bagi seseorang. Mereka yang memeluk agama baru biasanya melewati perjalanan spiritual panjang dan mendalam.
Seperti kisah Fransisca Monica, mantan aktivis gereja yang kini yakin untuk memeluk Islam. Dulu, ia merupakan guru sekolah minggu di sebuah gereja yang memiliki keinginan untuk menyampaikan kebenaran.
"Sejak saya sekolah dulu pernah jadi guru sekolah minggu, saya ingin menyampaikan sebuah kebenaran. Karena keyakinan saya dulu menyatakan asal kamu percaya Yesus mati di kayu salib, maka dosamu akan diampuni," ujar Fransisca, mengutip dari kanal YouTube Dondy Tan, Jumat (10/8/2022) pagi.
"Saya ingin semua orang tahu kebenaran yang sesederhana itu," imbuhnya.
Baca Juga: Komitmen dalam Dakwah, Pak Yo Buka Bimbel Gratis di KlatenFransisca menyatakan, dia kerap kasihan melihat teman-temannya yang Muslim karena tidak memahami kebenaran tentang kepercayaannya dahulu.
"Ketika saya mengerti tentang agama Kristen, suka kasian sama teman saya yang muslim. Sudah ibadah capek-capek belum tentu masuk surga, itu yang membuat saya ingin menjadi guru sekolah minggu," tuturnya.
Sebagai guru sekolah minggu, Fransisca terus memelajari Alkitab. Namun, ada beberapa pertanyaan terkait ajaran Alkitab yang tak dapat dijawab.
"Saya membaca banyak tentang Alkitab. Tapi dalam pembacaan Alkitab sudah banyak pertanyaan dalam diri saya. Ketika saya bertanya, jawabannya tidak memuaskan, baik dari pendeta maupun orang tua maupun pendahulunya," ucap Fransisca.
Baca Juga: Pakar Kristologi Unair: Nubuat Nabi Muhammad Diungkap dalam Perjanjian LamaAdapun salah satu pertanyaan yang membuat Fransisca penasaran adalah tentang alasan orang islam tidak menerima Yesus sebagai tuhan dan juru selamatnya. "Ini kan kalimat mudah banget kok, tapi kenapa (orang islam), mereka tidak menerima," ujar Fransisca.
Lebih lanjut, Fransisca mengatakan, dia bertemu dengan seseorang teman di kantor yang merupakan seorang Muslim sejak lahir. "Waktu itu saya cuma berkenalan dengan dia, tapi saya kasian sama dia tidak kenal Yesus. Dia tidak ada yang menyelamatkan, harusnya dia berserah sama Yesus nih," tutur Fransisca.
Pada saat itulah perjalanan spiritual Fransisca dimulai. Dirinya kerap membicarakan mengenai ilmu spiritual, dari mulai iluminati hingga ke pembahasan bangsa Israel. Berlanjut sampai pembicaraannya dengan teman kerjanya itu mengenai akhir zaman.
"Saya terkejut, teman saya menyatakan umat Islam percaya Yesus akan menjadi juru selamat di akhir zaman, saya penasaran dia Muslim dari lahir tapi percaya Yesus juru selamat. Terus saya bertanya Yesus itu tuhan kenapa kamu nggak percaya," ucap Fransisca.
Baca Juga: Kisah Pak Yo, Pendeta Asal Semarang Putuskan Jadi MualafFransisca akhirnya memutuskan untuk kembali memelajari Alkitab guna meyakinkan temannya itu. Dengan berpatokan pada Yohanes 14:6 yang berbunyi: “Kata Yesus kepadanya, Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku”.
Fransisca menganalogikan, bagaimana jika seseorang diberikan tawaran harta melimpah tapi tak mengetahui dari mana asalnya. "Jadi mulai dari situ saya membaca Alkitab dan memelajarinya lagi dengan cara berbeda, kita baca sejarahnya dan konteksnya untuk memahami apa itu pesannya," tuturnya.
Saat mulai belajar, Fransisca mengaku sempat tersinggung dengan temannya yang kerap menyuruhnya membaca Alkitab dengan detail. "Tapi saya terapkan pola membaca Alkitab, saya belajar dengan teman saya yang Muslim itu. Ini semua harus dikaji biar saya tidak baca sepotong-potong, walaupun sebenarya saya tersinggung waktu itu," katanya.
Setelah mengerti cara membaca itu seperti apa, Fransisca memelajari secara detail bagaimana konteks Alkitab dan siapa penulisnya. Hingga akhirnya ia memahami Alkitab merupakan terjemahan-terjemahan dan terjadi begitu banyak pengertian yang berubah.
Baca Juga: YIBM Bersama IDT Bekali Pemahaman Dakwah Para Dai"Kemudian saya memelajari sejarah panjang gereja, kenapa begitu banyak Kristen. Akhirnya saya mengerti apa yang terjadi sampai hari ini datangnya dari mana, mulanya itu memang iblis melawan Allah dengan segala cara dia membuat suku dan menghancurkan manusia. Itu tujuannya satu, bagaimana kita manusia tidak menyembah Allah SWT," ucap Fransisca.
Hingga pada saat itu Fransisca memutuskan memeluk Islam. Namun, perjalanannya tidaklah mudah.
"Jadi saya percaya hanya ada dua, Allah atau bukan Allah. Disitu saya hijrah perlahan dan diam-diam. Awalnya saya yakin keluarga menerima tapi ternyata mereka tidak mau mendengar, tapi saya nggak mungkin memaksakan," ujarnya.
Dalam perjalanan hijrahnya ini, Fransisca mengaku harus merelakan jauh dari keluarga dan berpisah dari suaminya karena kepercayaannya kepada Allah SWT.
"Tapi Alhamdulillah, anak-anak dengan penjelasan saya juga ikut memeluk Islam. Meskipun harus jauh dari keluarga, ada memang harga yang harus dibayar, tapi itu semua tidak sebanding dengan keuntungan apa yang saya dapatkan, saya menemukan banyak saudara muslim," ujar Fransisca dengan nada mantap.
Baca Juga: Dapatkan Hidayah, Ini Kisah 7 Mualaf Indonesia Memilih Islam(zhd)