Wakil Ketua MPR Tolak Keras Penghapusan Madrasah dari RUU Sisdiknas
Andi Muhammad
Senin, 12 September 2022 - 15:00 WIB
Wakil Ketua MPR Tolak Keras Penghapusan Madrasah dari RUU Sisdiknas. Foto: Istimewa.
Wakil Ketua MPR RI, Yandri Susanto menolak tegas upaya penghapusan madrasah dari Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Ia mendukung eksistensi Lembaga Pendidikan Agama Madrasah.
Yandri menilai bahwa madrasah melahirkan banyak pemimpin bangsa berkualitas, baik di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. "Saya menentang keras upaya penghapusan madrasah dari rancangan perubahan UU Sistem Pendidikan Nasional," kata Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto melalui keterangan tertulis, Senin (12/9/2022).
Peran dan jasa madrasah serta pesantren, menurut Yandri, masih terasa hingga sekarang. Saat ini, pondok dan madrasah memiliki kontribusi besar membina akhlak generasi muda agar tidak jauh dari akhlak Nabi SAW.
Baca Juga:Gontor Tak Terafiliasi Ormas Apapun, tapi Alumninya Pimpin NU dan Muhammadiyah
"Saya bisa merasakan betul peran tersebut. Madrasah terbukti mampu menjaga dan mendidik generasi muda dengan akhlakul karimah, dan itu harus terus kita perjuangkan," tuturnya.
Oleh karena itu, Anggota Komis VIII DPR RI ini mengajak masyarakat untuk mendukung dan menjaga keberadaan madrasah dan pondok pesantren. Ini dengan tidak membiarkan madrasah berjuang sendiri menghadapi pihak-pihak yang bermaksud merusaknya.
Dengan demikian, kontribusi madrasah dapat terus dirasakan dengan mencetak anak-anak bangsa yang hebat. "Semoga usaha ini menjadi amal jariah berguna bagi kita di akhirat nanti," tutur dia.
Yandri menilai bahwa madrasah melahirkan banyak pemimpin bangsa berkualitas, baik di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. "Saya menentang keras upaya penghapusan madrasah dari rancangan perubahan UU Sistem Pendidikan Nasional," kata Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto melalui keterangan tertulis, Senin (12/9/2022).
Peran dan jasa madrasah serta pesantren, menurut Yandri, masih terasa hingga sekarang. Saat ini, pondok dan madrasah memiliki kontribusi besar membina akhlak generasi muda agar tidak jauh dari akhlak Nabi SAW.
Baca Juga:Gontor Tak Terafiliasi Ormas Apapun, tapi Alumninya Pimpin NU dan Muhammadiyah
"Saya bisa merasakan betul peran tersebut. Madrasah terbukti mampu menjaga dan mendidik generasi muda dengan akhlakul karimah, dan itu harus terus kita perjuangkan," tuturnya.
Oleh karena itu, Anggota Komis VIII DPR RI ini mengajak masyarakat untuk mendukung dan menjaga keberadaan madrasah dan pondok pesantren. Ini dengan tidak membiarkan madrasah berjuang sendiri menghadapi pihak-pihak yang bermaksud merusaknya.
Dengan demikian, kontribusi madrasah dapat terus dirasakan dengan mencetak anak-anak bangsa yang hebat. "Semoga usaha ini menjadi amal jariah berguna bagi kita di akhirat nanti," tutur dia.