Jalan Politik Muhammadiyah dan Relasinya dengan Kekuasaan
Muhajirin
Kamis, 15 September 2022 - 05:00 WIB
Presiden Jokowi menemui Pimpinan Muhammadiyah (Dok Muhammadiyah)
Muhammadiyahsebagai salah satu ormas Islam besar di Indonesia cukup diperhitungkan oleh berbagai pihak dalam berbagai urusan, termasuk politik. Namun Muhammadiyah punya cara tersendiri dalam berpolitik dan menjaga hubungan dengan kekuasaan.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M. Ed, menyebut relasi Muhammadiyah dengan kekuasaan atau hubungannya dengan pemerintah adalah loyal kritis. Loyal tetap dikedepankan, sebab secara politik, Presiden, Kepala Daerah sampai bahkan Ketua RT adalah pemimpin. Namun harus tetap kritis agar tidak menyimpang dari kebenaran.
Dalam Islam, kata Mu’ti, pemimpin harus ditaati sepanjang berada pada kebenaran. Jadi yang menjadi ukuran adalah kebenaran, bukan kedekatan. Maka itu,Muhammadiyah tak takut untuk bersikap kritis kepada pemerintah.
“Kritis itu bagian dari aktualisasi identitas Muhammadiyah, dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Tapi, kritisnya Muhammadiyah itu bukan kritis yang oposisi, dan juga kritis yang destruktif, tapi kritis yang konstruktif,” ujar Mu’ti saat ditemui LANGIT7.ID di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/9/2022).
Baca Juga: Problematika Umat Islam Menurut Abdul Mu'ti: Rendahnya Kualitas SDM hingga Segregasi
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M. Ed, menyebut relasi Muhammadiyah dengan kekuasaan atau hubungannya dengan pemerintah adalah loyal kritis. Loyal tetap dikedepankan, sebab secara politik, Presiden, Kepala Daerah sampai bahkan Ketua RT adalah pemimpin. Namun harus tetap kritis agar tidak menyimpang dari kebenaran.
Dalam Islam, kata Mu’ti, pemimpin harus ditaati sepanjang berada pada kebenaran. Jadi yang menjadi ukuran adalah kebenaran, bukan kedekatan. Maka itu,Muhammadiyah tak takut untuk bersikap kritis kepada pemerintah.
“Kritis itu bagian dari aktualisasi identitas Muhammadiyah, dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Tapi, kritisnya Muhammadiyah itu bukan kritis yang oposisi, dan juga kritis yang destruktif, tapi kritis yang konstruktif,” ujar Mu’ti saat ditemui LANGIT7.ID di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/9/2022).
Baca Juga: Problematika Umat Islam Menurut Abdul Mu'ti: Rendahnya Kualitas SDM hingga Segregasi