Tafsir Surat An-Nur Ayat 19: Larangan Sebar Berita Hoaks
Andi Muhammad
Ahad, 18 September 2022 - 09:00 WIB
Tafsir Surat An-Nur Ayat 19: Larangan Sebar Berita Hoaks. Foto: Langit7.id/iStock.
Maraknya berita hoaks kini makin tak terbendung. Tak sedikit pula penyebar dari kabar yang tak jelas asal-usulnya itu berasal dari kalangan muslim. Padahal larangan tersebut tertuang jelas pada surat An-Nur ayat 19:
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui."
Menurut tafsir Ibnu Katsir pada surat An-Nur ayat 19, Sekretaris Dewan Hisbah Persatuan Islam (Persis), KH Zae Nandang menjelaskan, Allah akan memberikan ancaman di dunia dan akhirat kepada seseorang yang menyebarkan kabar bohong di tengah kaum mukmin.
Kiai Zae melanjutkan, kaum mukmin harus cerdas dalam mencerna kabar atau berita, apakah memang kebenarannya seperti itu atau tidak. Maka dari itu, bila seorang mukmin tahu akan berita bohong yang disebarkan, maka sebaiknya tidak meneruskan kabar buruk tersebut kepada mukmin lainnya.
Baca Juga:Tafsir Al-Furqan Ayat 1-2: Penjagaan Allah terhadap Al-Quran
"Jadi mendengar zahir begitu, langsung begitu saja dia mengomongkannya lagi. Mestinya ditimang-timang dulu, tidak langsung zahirnya diucapkan," kata Kiai Zae Nandang dalam kajiannya melalui akun Persis TV, dikutip Ahad (18/9/2022).
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui."
Menurut tafsir Ibnu Katsir pada surat An-Nur ayat 19, Sekretaris Dewan Hisbah Persatuan Islam (Persis), KH Zae Nandang menjelaskan, Allah akan memberikan ancaman di dunia dan akhirat kepada seseorang yang menyebarkan kabar bohong di tengah kaum mukmin.
Kiai Zae melanjutkan, kaum mukmin harus cerdas dalam mencerna kabar atau berita, apakah memang kebenarannya seperti itu atau tidak. Maka dari itu, bila seorang mukmin tahu akan berita bohong yang disebarkan, maka sebaiknya tidak meneruskan kabar buruk tersebut kepada mukmin lainnya.
Baca Juga:Tafsir Al-Furqan Ayat 1-2: Penjagaan Allah terhadap Al-Quran
"Jadi mendengar zahir begitu, langsung begitu saja dia mengomongkannya lagi. Mestinya ditimang-timang dulu, tidak langsung zahirnya diucapkan," kata Kiai Zae Nandang dalam kajiannya melalui akun Persis TV, dikutip Ahad (18/9/2022).