LANGIT7.ID, Jakarta - Maraknya berita hoaks kini makin tak terbendung. Tak sedikit pula penyebar dari kabar yang tak jelas asal-usulnya itu berasal dari kalangan muslim. Padahal larangan tersebut tertuang jelas pada surat An-Nur ayat 19:
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui."
Menurut tafsir Ibnu Katsir pada surat An-Nur ayat 19, Sekretaris Dewan Hisbah Persatuan Islam (Persis), KH Zae Nandang menjelaskan, Allah akan memberikan ancaman di dunia dan akhirat kepada seseorang yang menyebarkan kabar bohong di tengah kaum mukmin.
Kiai Zae melanjutkan, kaum mukmin harus cerdas dalam mencerna kabar atau berita, apakah memang kebenarannya seperti itu atau tidak. Maka dari itu, bila seorang mukmin tahu akan berita bohong yang disebarkan, maka sebaiknya tidak meneruskan kabar buruk tersebut kepada mukmin lainnya.
Baca Juga: Tafsir Al-Furqan Ayat 1-2: Penjagaan Allah terhadap Al-Quran"Jadi mendengar zahir begitu, langsung begitu saja dia mengomongkannya lagi. Mestinya ditimang-timang dulu, tidak langsung zahirnya diucapkan," kata Kiai Zae Nandang dalam kajiannya melalui akun Persis TV, dikutip Ahad (18/9/2022).
Ia menerangkan tentang perkara ancaman dunia dan akhirat yang tertulis dalam ayat tersebut. Seorang penebar kabar bohong akan diberi hukuman di dunia berupa hukuman dan di akhirat kelak dengan azab yang pedih.
Kiai Zae Nandang menambahkan, pada ayat tersebut dituliskan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Oleh sebab itu, perkara apapun yang tidak kita ketahui dan tengah menghadapi masalah yang sulit, maka serahkan kepada Allah yang Maha Mengetahui.
"Jadi kalau menghadapi masalah yang ruwet, yang sulit, maka hendaklah kembalikan kepada Allah yang Maha Mengetahui," jelasnya.
Hikmah dari ayat tersebut, sebagai umat muslim dilarang untuk menggali kehinaan orang lain lalu disebarkan. Sebab Allah akan membalas setimpal dengan membuka kembali aib orang tersebut sehingga keburukan tersebut diketahui orang lain.
Baca Juga: Ustaz Jeje: Baik Buruknya Islam Tergantung Konsistensi Penegakan Hukum(zhd)