LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Ustaz Jeje Zaenuddin menerangkan pentingnya penegakan hukum dalam kehidupan berbangsa dan beragama. Menurut dia, lemahnya penegakan hukum berakibat kepada kacaunya kehidupan sosial, bahkan kerapuhan pelaksanaan ajaran agama.
"Tatanan sosial, bahkan kehidupan beragama sekalipun akan kacau tanpa penegakan hukum yang konsisten dan adil," kata Ustaz Jeje saat memberi ceramah di Masjid PP. Muhammadiyah, Jakarta Pusat, kemarin (15/9/2022).
Ketua STAIPI Jakarta ini menerangkan, berdasar hadits Nabi, tali-tali agama Islam itu akan terkelupas sehelai demi sehelai. Adapun yang pertama kali akan terkelupas dari tali Islam itu adalah tali hukum, sementara yang terakhir adalah tali salat.
Baca Juga: Ustaz Jeje Zaenudin: Akidah Merupakan Fondasi dari Amal SalihDari Abu Umamah Al Bahili, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الإِسْلاَمِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِى تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضاً الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلاَةُ
“Tali ikatan Islam akan putus seutas demi seutas. Setiap kali terputus, manusia bergantung pada tali berikutnya. Yang paling awal terputus adalah hukumnya dan yang terakhir adalah salat.” (HR Ahmad 5: 251. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid).
Ustaz Jeje lalu menjelaskan dampak lemahnya penegakan terhadap terlaksananya ajaran Islam. Tanpa adanya konseskuensi hukum, perlahan-lahan umat Islam akan membuat sendi-sendi Islam rapuh.
Baca Juga: Peralatan Ini Wajib Dibawa Saat Camping Bersama KeluargaMisalnya, saat ini banyak umat Islam yang masih antusias membaca Al-Quran, mendirikan salat, menunaikan zakat hingga perebut untuk berhaji dan umrah. Namun, banyak pula yang meninggalkan rukun Islam bahkan ada yang menghina ajaran Islam.
“Itu semua karena tidak ada hukum negara yang dengan jelas dan keras melindunginya. Maka itulah sebabnya kenapa aspek penegakan hukum sangatlah penting bagi terjaminnya segala kebaikan dan tertolaknya segala keburukan,” kata Ustaz Jeje.
(zhd)