Soal Rekening Ratusan Miliar Lukas Enembe, Pengacara: Dia Orang Kaya
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 20 September 2022 - 18:05 WIB
Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Foto: Istimewa)
Gubernur Papua, Lukas Enembe, menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap dan gratifikasi Rp1 miliar. Terbaru, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya transaksi setoran tunai dari Lukas Enembe ke kasino judi luar negeri mencapai Rp560 miliar.
Menanggapi hal itu, kuasa hukum Lukas Enembe, Aloysius Renwarin mengatakan jika uang ratusan miliar yang masuk ke rekening kliennya merupakan hasil bisnis. Aloysius menilai kliennya tak perlu dicurigai lantaran merupakan orang kaya.
Baca Juga:Pemprov Papua Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Pesan Hoaks
"Dia kan orang kaya, dia punya sumber daya, dia punya usaha. Kamu mau curiga-curiga apa? Indonesia kalian ini," kata Aloysius kepada wartawan, dikutip Selasa (20/9/2022).
Aloysius membeberkan bahwa harta kekayaan Lukas Enembe saat ini merupakan hasil 20 tahun menjadi pejabat di Papua. Terlebih, Lukas menjabat di daerah yang memiliki sumber daya emas terbanyak.
"Dia sudah 20 tahun menjabat di negerinya yang sumber emas paling banyak di kabupatennya, di tempat kelahirannya. Jadi mau apa lagi buat cari-cari kesalahan orang. Jakarta bilang Papua baik-baik sudah," ujarnya.
Aloysius mengaku heran terkait jumlah sangkaan suap yang menjerat kliennya. Padahal, dia menyebut KPK sebelumnya hanya menyebut dugaan suap Rp1 miliar.
Menanggapi hal itu, kuasa hukum Lukas Enembe, Aloysius Renwarin mengatakan jika uang ratusan miliar yang masuk ke rekening kliennya merupakan hasil bisnis. Aloysius menilai kliennya tak perlu dicurigai lantaran merupakan orang kaya.
Baca Juga:Pemprov Papua Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Pesan Hoaks
"Dia kan orang kaya, dia punya sumber daya, dia punya usaha. Kamu mau curiga-curiga apa? Indonesia kalian ini," kata Aloysius kepada wartawan, dikutip Selasa (20/9/2022).
Aloysius membeberkan bahwa harta kekayaan Lukas Enembe saat ini merupakan hasil 20 tahun menjadi pejabat di Papua. Terlebih, Lukas menjabat di daerah yang memiliki sumber daya emas terbanyak.
"Dia sudah 20 tahun menjabat di negerinya yang sumber emas paling banyak di kabupatennya, di tempat kelahirannya. Jadi mau apa lagi buat cari-cari kesalahan orang. Jakarta bilang Papua baik-baik sudah," ujarnya.
Aloysius mengaku heran terkait jumlah sangkaan suap yang menjerat kliennya. Padahal, dia menyebut KPK sebelumnya hanya menyebut dugaan suap Rp1 miliar.