LANGIT.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi Papua mengimbau masyarakat tidak terprovokasi pesab hoaks. Banyak kabar beredar yang diterima via aplikasi whatsapp belum tentu kebenarannya.
Plt Kepala Biro Umum dan Protokol Setda Provinsi Papua, Elpius Hugi mengungkapkan, dirinya sangat menyayangkan adanya pesan berantai kepada pihaknya yang bersifat ancaman terkait unjuk rasa.
"Perlu diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks," kata Elpius seperti dilansir Antaranews, (20/9/2022).
Menurutnya, berita bohong tersebut sengaja disebarluaskan untuk menebar rasa takut. Hal ini dilakukan oleh oknum dengan tujuan mengadu domba seluruh warga di Papua.
Tak luput, ia menyampaikan, bahwa warga Papua menjunjung tinggi budaya sopan santun serta menghargai semua ras dan suku, terlebih Bumi Cenderawasih sebagai tanah damai.
“Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan berita-berita bohong semua itu dan sama-sama menjaga kedamaian di Tanah Papua,” tuturnya.
Pihak kepolisian setempat telah menyatakan dan mengimbau kepada masyarakat Papua bahwa pesan tersebut merupakan berita bohong atau hoaks agar rakyat terprovokasi.
Hingga kini, pesan tersebut telah beredar luas di kalangan masyarakat Papua yang mengatasnamakan dirinya sebagai Gerakan Masyarakat Nusantara. Inti dari pesan berantai tersebut tak lain yakni mengajak seluruh masyarakat untuk ikut andil dalam aksi unjuk rasa kelompok Koalisi Rakyat Papua.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan, aksi demontrasi pendukung Gubernur Papua, Lukas Enembe telah selesai dan berjalan dengan kondusif.
"Alhamdulillah rsngkaian kegiatan unjuk rasa yang dilakukan oleh pendukung Lukas Enembe sudah selesai sekitar 1 jam yang lalu," kata Kamal saat dikonfirmasi Langit7, Selasa (20/9/2022).
(bal)