Wapres Ingatkan Penerapan Islam Wasathiyah, Ini Penjelasannya
Ummu hani
Ahad, 25 September 2022 - 17:00 WIB
Kiai Maruf Amin mengenai Islam Wasathiyah. (Foto: Istimewa).
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin mengingatkan kembali penerapan Islam Wasathiyah. Konsep ini cocok dengan Indonesia yang memiliki masyarakat heterogen.
Tantangan global yang dihadapi masyarakat saat ini salah satunya terkait kerukunan antarumat. Karena itu, pemerintah mendorong penerapan Islam Washatiyyah (moderasi Islam) di Indonesia.
Kiai Ma'ruf mengatakan, penerapan Islam Washatiyyah di masyarakat tidak lah mudah. Perlu peran organisasi masyarakat (ormas) Islam untuk menggaungkannya, khususnya bagi kalangan muslim.
Baca Juga:Wapres: Ekonomi Umat Islam Masih di Posisi Marjinal
"Saat ini pemerintah terus menggalakkan Islam wasathiyah di Indonesia sebagai upaya membangun kerukunan antarumat di dalam kemajemukan," kata Kiai Ma'ruf dalam Muktamar Persis, Ahad (25/9/2022).
Menurut Wapres, peran ormas Islam sangat penting, untuk pembangunan akhlak generasi mudamenghadapi modernisasi dunia.
"Pemerintah menyadari peran organisasi masyarakat Islam dalam membangun bangsa ini juga sangat besar, baik melalui dakwah dan pendidikan, kegiatan sosial dan ekonomi kerakyatan, maupun pembangunan akhlak generasi muda menghadapi derasnya arus modernisasi dunia," ujarnya.
Tantangan global yang dihadapi masyarakat saat ini salah satunya terkait kerukunan antarumat. Karena itu, pemerintah mendorong penerapan Islam Washatiyyah (moderasi Islam) di Indonesia.
Kiai Ma'ruf mengatakan, penerapan Islam Washatiyyah di masyarakat tidak lah mudah. Perlu peran organisasi masyarakat (ormas) Islam untuk menggaungkannya, khususnya bagi kalangan muslim.
Baca Juga:Wapres: Ekonomi Umat Islam Masih di Posisi Marjinal
"Saat ini pemerintah terus menggalakkan Islam wasathiyah di Indonesia sebagai upaya membangun kerukunan antarumat di dalam kemajemukan," kata Kiai Ma'ruf dalam Muktamar Persis, Ahad (25/9/2022).
Menurut Wapres, peran ormas Islam sangat penting, untuk pembangunan akhlak generasi mudamenghadapi modernisasi dunia.
"Pemerintah menyadari peran organisasi masyarakat Islam dalam membangun bangsa ini juga sangat besar, baik melalui dakwah dan pendidikan, kegiatan sosial dan ekonomi kerakyatan, maupun pembangunan akhlak generasi muda menghadapi derasnya arus modernisasi dunia," ujarnya.